<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012</id><updated>2011-07-29T08:02:39.266+07:00</updated><category term='1st Posting'/><category term='Religi'/><category term='Iqra`'/><category term='Bina SDM'/><title type='text'>Eksplorasi Wawasan</title><subtitle type='html'>kumpulan artikel/photo/lukisan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-390693125192782289</id><published>2009-12-10T13:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-10T13:00:26.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Sisi Lain Bahasa Penyampaian dari Al Qur-an</title><content type='html'>Berbicara tentang dimensi seni bahasa dan wahyu tentu tidak terlepas dari bahasa al-Quran. Karena gabungan dari format dan substansi sebuah ungkapan dalam sebuah bentuk seni merupakan media khusus dari jenis penyampaian. Di sisi lain, kajian bahasa al-Quran terkait erat dengan sisi teoritis pembahasan kita sekaligus pengantar kajian bentuk-bentuk seni al-Quran dan hal ini membuat kami perlu menjelaskan pengantar ini. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, di penghujung kajian bahasa al-Quran kami akan membahas juga tentang apakah bahasa al-Quran merupakan simbol? Bila demikian adanya, sejauh mana batasannya? Apa keterbatasan penyampaian simbol dan jawaban terhadap kemungkinannya? Apakah secara prinsip, mungkinkah kita dapat memahami bahasa simbol-seni al-Quran (dengan memperhatikan salah satu bentuk penyampaian sastera adalah simbol)? Dan atas prinsip dan metode tafsir atau takwil apa kita menerima bahwa al-Quran punya gaya tersendiri dan berbeda dengan teks-teks lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah merupakan bagian tak terpisahkan dari al-Quran. Substansi yang ada dalam kisah-kisah itu disampaikan dalam format yang berbeda dari bentuk biasa penulisan sebuah kisah, gaya periwayatan. Di sinilah ketika kami mengatakan bahwa sebelum memasuki pembahasan metode seni al-Quran kita tidak menyatakan prinsip apa yang kita pakai terkait posisi simbol dalam al-Quran dan sebab-sebab pemakaiannya, niscaya kita akan mengalami masalah dalam pembahasan kisah-kisah al-Quran sebagai bentuk khusus dari penyampaian. Artinya, kita akan mengambil sikap seperti para pemikir kontemporer yang menyatakan bahwa seluruh kisah al-Quran hanya sekedar simbol, tidak lebih (dan ini berarti kita telah mengesampingkan sebuah pengertian yang disebut al-Quran dengan istilah “hidayah”. Dan bila kita meyakini semua kisah yang ada dalam al-Quran bukan simbol, niscaya kita akan terkungkung dalam dimensi lahiriah kisah-kisah tersebut. Di sini kita terkadang lupa betapa sebagian dari kisah-kisah selain al-Quran punya perbedaan yang cukup esensial dari sisi struktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Bahasa al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya peneliti terdahulu sebenarnya tidak kosong seluruhnya dari kajian bahasa al-Quran. Namun untuk menemukan metode modern pembacaan teks dengan bantuan ilmu semantik dan hermeneutik masih harus perlu penelitian mendalam, bila kita tidak ingin mengatakan masih kosong. Selain satu atau dua peneliti warga negara Arab, para peneliti al-Quran kontemporer tidak banyak melakukan riset dengan metode ini. Kini, sebagai sebuah perbandingan, dalam pembahasan yang berhubungan dengan hasil-hasil yang dicapai filsafat tentang agama, maka kini diperkenalkanlah apa yang disebut filsafat agama. Nah, bahasa agama yang dikaji dalam filsafat agama yang disampaikan secara umum itu dikajis secara serius dan khusus dalam studi bahasa al-Quran, di mana setidak-tidaknya hal itu dikaji dalam masalah kemungkinan memahami bahasa al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar ini, muncul pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Apa sebenarnya makna dari pengertian-pengertian semacam ini yang bersumber dari bahasa al-Quran? Apa hubungannya dengan kesepakatan bahasa yang dipakai manusia? Mengapa bahasa al-Quran memakai simbol dan dalam kondisi seperti apa al-Quran memakainya? Apa kunci pembuka untuk memahami simbol-simbol tersebut dan bagaimana kita dapat sampai pada pengertian asli teks? Pendeknya, pertanyaan pokok dalam kajian bahwa al-Quran adalah bagaimana al-Quran berbicara? Saat menyampaikan pesannya. dalam format, konteks dan kondisi seperti apa al-Quran berbicara, sehingga dengan cara pandang itu kita dapat mengkaji al-Quran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa bagian dari hermeneutik modern adalah mengkaji metode-metode pemahaman dan takwil teks-teks suci sebagai karya sastera. Yakni, deskripsi bahasa simbol teks-teks suci dengan asumsi bahwa substansinya dapat diketahui lewas penjelasan metodologi bahasa dan ada penjelasan bagi hakikat makna yang berbeda-beda. Masalah ini sangat penting buat memahami al-Quran. Karena kita akan mendapatkan kasus-kasus dalam al-Quran di mana penjelasan dan bahasanya dengan bagian-bagian lain sangat berbeda. Sebagai contoh di sebagian ayat proposisi al-Quran mutlak bersifat laporan dan langsung (seperti kasus-kasus penjelasan hukum-hukum syariat) dan terkadang proposisi al-Quran mengambil bentuk lain. Hal ini kembali pada penjelasan al-Quran sendiri yang menyebutkan bahwa sebagian dari ayat-ayat al-Quran dapat ditakwil dan penakwilan itu hanya diketahui oleh Allah dan mereka yang disebut “Rasikhuna fil Ilm” (orang-orang yang mendalam ilmunya, Ali Imran : 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, perubahan penyampaian akan mengetengahkan klasifikasi khusus dalam metode penyampaian al-Quran yang dapat dikaji juga dalam tema bahasa al-Quran. Kini, berbagai pertanyaa di kemukakan yang berhubungan erat dengan al-Quran, sementara jawabannya hanya dapat ditelusuri dalam riset mengenai bahasa al-Quran. Sebagai contoh, lihat beberapa kasus berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam al-Quran ada tema-tema yang bila dipandang secara lahiriah tidak dapat dijelaskan dengan sains modern seperti masalah tujuh langit dan penciptaan Nabi Adam as dari tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam al-Quran terdapat ayat-ayat al-Quran yang makna lahiriahnya tidak sesuai dengan akidah Islam seperti, “Dan datanglah Tuhanmu, sedang malaikat berbaris-baris” (al-Fajr : 22), “Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas ‘Arsy” (Thahaa : 5), “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka Melihat (al-Qiyamah : 22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pertanyaan-pertanyaan penting dan sulit biasanya terkait dengan kajian bahasa al-Quran dan itu terkait dengan masalah ayat-ayat al-Quran yang tidak kontinyu dan sinkron. Menurut sebagian pemikir, kekhususan gaya al-Quran dalam permulaan tahapan membaca adalah menarik perhatian dan tidak seperti biasanya, tidak kontinyu dan tidak memiliki bentuk lahiriah yang harmonis serta sistem yang normal dan biasa dipakai.[1] Sebagai bukti kita lihat betapa surat al-Baqarah yang menjadi surat terpanjang dalam al-Quran memiliki tema-tema yang berbeda-beda dan asing satu dengan lainnya. Thaha Husein membongkar perbedaan yang ada dengan menjelaskan kandungan yang berbeda-beda dari surat ini.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kami harus mengatakan bahwa mayoritas pakar al-Quran menilai perbedaan dan tidak ada keserasian lahiriah dalam ayat-ayat al-Quran terkait erat dengan kekhususan bahasa al-Quran yang memiliki “sistem suci” yang berlaku berbeda dengan sistem rasional yang ada. Kami mengenal sebagian pakar yang ketika menghadapi isu ketidakserasian lahiriah ayat-ayat al-Quran berusaha menjawab masalah ini dengan mengingkarinya. Kelompok ini tidak sadar bahwa sekalipun kita menerima asumsi sebelumnya bahwa ketidakserasian lahiriah ayat-ayat al-Quran adalah sebuah kekhususan metode al-Quran, hal ini tidak menafikan keraguan terhadap al-Quran dan wahyu sebagai satu kesatuan, atau sederhananya, kedua masalah ini tidak melazimi yang lain. Kelompok ini seperti Arthur John Arbury yang meyakini bahwa fluktuasi tiba-tiba kandungan dan arti merupakan susunan alamiah al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, tapi dalam pembahasan ini kita mendapati betapa fluktuasi dan irama tidak ditemukan di seluruh al-Quran. Saat kita menemukan fluktuasi dan irama dalam ayat-ayat al-Quran hal itu menciptakan bentuk yang berbeda dari bahasa yang ada dan dampaknya adalah kita harus memahaminya dengan cara yang lain. Masalah keserasian ayat-ayat al-Quran dapat ditemukan di kebanyakan para pakar al-Quran muslim terdahulu. Jalaluddin al-Suyuthi dalam bukunya “Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul” di akhir ayat 88 surat Isra’ dengan gamblang dia menjelaskan masalah ini.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari bahasa al-Quran dalam tulisan ini bukan bahasa dengan makna leksikal sehingga dengan itu kita memaknai bahasa al-Quran adalah bahasa Arab yang tunduk dengan struktur bahasa Arab dengan nahwu dan sharafnya “Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab” (Yusuf : 2). Bahasa al-Quran yang kami maksudkan adalah pilihan dan bentuk serasi dari penyampaian yang memiliki hubungan dengan pemahaman dan latar belakang pemikiran serta budaya yang disampaikan dalam sebuah format tertentu. Dengan dasar definisi ini kini kita dapat melihat al-Quran memakai bahasa apa ketika berbicara dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disangsikan bahwa bahasa al-Quran tidak sebagaimana bahasa manusia pada umumnya. Karena terkadang bahasa sangat toleran, tidak punya ketelitian awal dan aksiomatik. Dalil paling sederhana untuk menjelaskan masalah ini adalah sumber dari bahasa manusia pada umumnya adalah percakapan yang dilakukan antar mereka. Di sisi lain, ayat-ayat mutasyabihat al-Quran yang dipahami lewat takwil tidak akan dapat dipahami dengan cara pemahaman biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, sekalipun al-Quran memiliki variabel yang dapat dilacak dalam bahasa Arab, namun jelas betapa al-Quran tidak mempergunakan keseluruhan metode sasteranya. Sebagai contoh, al-Quran tidak mempergunakan pengertian imajinasi dengan makna yang biasa dipergunakan dalam sastera terutama puisi. Karena dalam pengertian imajinasi selalu terkandung pengertian “kreasi” atau dengan kata lain membuat-buat. Sebuah pengertian yang berdasarkan kondisinya tidak hakiki dan jelas al-Quran tidak akan menggunakannya sesuai dengan posisinya. Sementara itu, sekalipun al-Quran menyampaikan pesannya dengan cara ilmiah, namun tidak menyampaikannya dengan bahasa ilmiah. Yakni, tidak dengan pengertian dan istilah ilmiah yang khusus dipakai para ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementra yang dimaksud dengan bahasa simbolik, sesuai dengan istilah, adalah bahasa yang dipakai tidak sesuai dengan arti awalnya. Tafsir yang ditulis dengan gaya sufi dan irfan lebih memakai bahasa yang demikian. Adanya sebagian simbol-simbol dalam al-Quran menunjukkan betapa al-Quran pun menggunakannya seperti penggunaan huruf muqattha’ah (huruf yang terputus-putus, cerita penciptaan (khususnya cerita sujudnya para malaikat kepada Nabi Adam as), cerita pohon larangan, Nabi Adam as yang berbicara dengan malaikat, dialog Allah dengan malaikat, pengajaran nama-nama dan mengetahui kalimat oleh Nabi Adam as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ingin menyatakan bahwa bahasa yang lebih menguasai bahasa al-Quran adalah bahasa simbolik dengan bersandarkan ada contoh-contoh sebelumnya, maka tampaknya kita tengah mengambil sebuah metode yang akan bertentangan dengan tujuan penurunan al-Quran. Karena dalam kondisi ini, pesan ini al-Quran hanya sekedar sebuah pembicaraan dengan sejumlah khusus dari manusia-manusia pilihan seperti para Nabi dan Rasikhuna fil Ilm. Padahal sedikitnya satu level dari pemahaman al-Quran dikhususkan bagi orang-orang biasa seperti kita, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali as yang menyebutnya sebagai makam “ibarat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, al-Quran sendiri menilai dirinya sebagai “Dzikir” dan “Hidayah” yang tidak dikhususkan bagi kelompok tertentu “Bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia” (al-Baqarah : 185) dan “Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat” (al-Qalam : 52). Pembatasan bahasa al-Quran hanya untuk kelompok-kelompok tertentu tidak dapat diterima hanya dengan bukti kandungan al-Quran dan bahasa simbolik yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bahwa al-Quran dengan sendirinya tidak termasuk dalam bagian dari yang telah disebutkan di atas, sekalipun mengandung contoh-contoh itu. Bahasa al-Quran adalah bahasa lain. Karena al-Quran adalah buku yang lain. Dengan memperhatikan betapa al-Quran menyampaikan ajaran-ajaran agama pamungkas, maka ia juga berisikan hal-hal yang dapat dipahami oleh masyarakat biasa. Artinya, setiap orang dapat memanfaatkannya sesuai dengan kemampuannya. Tentunya, maksud dari setiap orang bukan berarti tanpa syarat dan kondisi. Al-Quran sendiri menjelaskan bagi orang yang membacanya dengan niat memahami ada sifat-sifat tertentu buat mereka seperti “Mudzakkir” (pengingat) “Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (al-Qamar : 22), “Muslim” (berserah diri) “Petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (al-Nahl : 89), “Mukmin” (beriman) “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (al-Isra’ : 82) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas membuktikan betapa al-Quran tidak dikhususkan bagi kelompok tertentu. Karena sekalipun al-Quran terkadang menggunakan cara penyampaian biasa, namun di sisi lain kita dapat melihat betapa banyak juga al-Quran tidak menggunakan pengertian-pengertian sederhana dan biasa. Contohnya adalah masalah takwil dan ayat-ayat mutasyabihat yang ada dalam al-Quran yang tidak mungkin dipahami langsung oleh setiap orang biasa. [Saleh Lapadi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————————————————————————&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] . Sumber berikut ini menjawab masalah ini dengan melakukan perbandingan antara metode penyampaian dengan metode Gazal Hafez, Pour Javadi, Nasrullah, Darbaraye Hafez (artikel terpilih penerbit Danesh 1), Markaz Nashre Daneshgahi, cetakan ke-2, 1370, artikel “Uslub Hunari Hafez va Quran (Metode Seni Hafez dan al-Quran) yang ditulis oleh Bahauddin Khurramshahi, hal 3-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] . Lihat Thaha Husein, Ayineh Islam, terjemah Muhammad Ibrahim Ayati, cet ke-3, Nashre Resalat, Qom, hal 149-156.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] . Jalaluddin al-Suyuthi, Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, Tashih Abd al-Syafi, hal 126. Terkait dengan jawaban pertanyaan di atas dapat dirujuk ke buku, Tsalats Rasail fi I’jaz al-Quran, Hurramani, al-Khithabi dan Abdul Qahir al-Jurjani yang telah diteliti oleh Muhammad Khalf Allah dan Muhammad Zaghul Islam, Kairo, Dar al-Ma’arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(islamsyiah.wordpress.com) &lt;br /&gt;http://jejakjejakjejak.wordpress.com/2009/11/10/estetika-al-quran-yang-luar-biasa/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-390693125192782289?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/390693125192782289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/12/sisi-lain-bahasa-penyampaian-dari-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/390693125192782289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/390693125192782289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/12/sisi-lain-bahasa-penyampaian-dari-al.html' title='Sisi Lain Bahasa Penyampaian dari Al Qur-an'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-1923174748404851741</id><published>2009-11-01T14:08:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T01:24:21.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Yakinkan Ada Sudah Cukup !!!</title><content type='html'>A. Sebutan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, kadang kita terlalu cepat ‘memagari diri’ dari istilah-istilah yang kita anggap tidak berada dalam domain yang sama dengan agama kita. Terlalu cepat ‘mengkafirkan’. Bukan mengkafirkan orang lain, tapi mengkafirkan bahasa (lain). Dengan memagari diri seperti ini, apalagi dengan didahului prasangka, maka dengan sendirinya kita akan semakin sulit saja memahami hikmah kebenaran yang Dia tebarkan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dalam Qur’an pun Allah menjelaskan bahwa beragam bahasa adalah tanda dari-Nya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan diantara ayat-ayatnya ialah menciptakan langit dan bumi, dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat ayat-ayat bagi orang-orang berilmu (’Alimiin).” Q.S. 30 : 22. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang menyebut tuhannya sebagai Yehovah, Eloh, Eloheim, atau Adonai, mekanisme dalam pikiran kita mendadak seperti mencipta imaji-imaji bahwa ada banyak tuhan yang sedang berjejer, sesuai urutan sesembahan yang ada sepanjang masa. Ada tuhan yang disebut Yehovah, Eloheim, Jahveh, Brahma, Manitou, Zeus, Allah, Tuhan Alah, dan lain sebagainya. Sedangkan yang kita sembah adalah yang disebut Allah, yang lainnya bukan, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan kita dan agama kita. Pokoknya thoghut, atau kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah begitu? Bukankah Tuhan hanya satu? Bukankah ‘Laa ilaaha Ila’Llah’ artinya tiada Tuhan selain Allah? Wallahu ‘alam, meski saya mengerti bahwa Tuhan hanya satu, tapi saya belum mengetahui secara total makna lahiriyah maupun batiniyah dari kalimat syahadat itu. Tapi setidaknya, bukankah cara berfikir yang seperti tadi juga berarti bahwa tanpa sadar pikiran kita telah menyejajarkan Dia dengan selain-Nya? Atau, secara halus dan tersamar sekali, itu artinya kita masih mengakui bahwa ada banyak entitas dalam satu himpunan tuhan, dan Allah adalah salah satu dari yang ada dalam himpunan itu. Bukankah itu keterlaluan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ‘Allah’ sudah ada sejak sebelum Al-Qur’an turun. Sebelum junjungan kita Rasulullah menerima wahyunya yang pertama, bangsa Arab sudah menggunakan kata- kata ‘demi Allah’ jika mengucapkan sumpah. Hanya saja, mereka juga sering menyebut nama patung-patung mereka, ‘demi Lata’ atau ‘demi Uzza’, ‘demi punggung istriku’, atau bahkan ‘demi kuburan ibuku’, dalam sumpah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan istilah ‘Allah’ pertama kali dikenal manusia? Tidak tahu persis. Diperkirakan tidak akan jauh dari periode kemunculan agama Islam yang dibawa Rasulullah di tanah Arab. Tapi apakah berarti, pada periode sebelum itu, Allah diam saja di langit sana, dan tidak memperkenalkan diri-Nya? Rasanya kok tidak demikian ya. Saya suka bertanya-tanya, misalnya dengan nama apa Allah mengenalkan diri-Nya pada nabi Ya’kub as dan nabi Musa as, nabi bangsa Bani Israil? Karena pada kenyataannya, bangsa yahudi sekarang tidak menyebut nama-Nya dengan sebutan ‘Allah’ yang sesuai dengan bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab suci dari Allah yang kita kenal ada empat: Taurat, Zabur, Injil, dan kitab penutup dan penyempurna semuanya, Al-Qur’an. Taurat, atau Torah, turun kepada Nabi Musa as. Karena Musa adalah orang Bani Israil, tentu kitab yang turun pun berbahasa mereka, Ibrani. Demikian pula Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Semua turun dan disampaikan dengan bahasa penerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah salah jika orang yang kebetulan beragama lain, menyebut nama Allah dengan nama yang turun pada bahasa kitab mereka? Apakah itu Tuhan yang lain? Belum tentu. Sekali lagi, kita tidak boleh terlalu cepat ‘mengkafir-kafirkan’, termasuk mengkafirkan bahasa dan istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali irisan kemiripan bahasa-bahasa agama dalam sejarah. Sebagai contoh, nama ‘Allah’, sangat mirip dengan ‘Eloh’. Dalam kitab-kitab Ibrani, Tuhan disebut sebagai ‘Eloheim’. Dari asal kata ini, kita mengerti misalnya arti kata ‘betlehem.’ Dari asal katanya, Bethel dan Eloheim. ‘Bethel’ bermakna rumah, dan ‘Eloheim’ adalah Allah. Rumah Allah. Jika demikian, apa bedanya kata ‘Betlehem’ dengan ‘Baytullah’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ‘Yehova’ atau ‘Yahwe’, sangat mirip dengan ‘Ya Huwa’, Wahai Dia (yang tak bernama). Yang agak ‘mencurigakan’, adalah inti ajaran Socrates, ‘Gnothi Seauthon’, yang artinya adalah ‘Kenalilah Dirimu.’ Dari segi makna, ini sangat mirip dengan inti hadits yang sering diulang-ulang oleh para sahabat Rasulullah maupun para sufi terkemuka, ‘man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu,’ mereka yang ‘arif tentang dirinya, akan ‘arif pula tentang Rabb nya.’ Esensinya sangat mirip: mengenal diri. Dan sebuah fakta yang tak kalah menariknya, sejarah mencatat bahwa Socrates adalah guru dari Plato, Plato guru dari Aristoteles, dan Aristoteles adalah guru dari Alexander of Macedon. Sosok yang terakhir ini oleh sebagian ahli tafsir disamakan dengan Iskandar Dzulqarnayn, sosok panglima yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sedang mengatakan bahwa semua tuhan sama saja, yang berbeda hanya namanya. Atau dewa pada tiang totem yang disembah bangsa indian apache adalah Allah juga. Bukan begitu. Saya hanya mengatakan bahwa kita sebaiknya jangan terlalu ‘alergi’ dengan kata-kata agamis dari agama lain. Kita harus berhati-hati sekali untuk ‘mengkafirkan’ istilah. Sebab kalau ternyata salah, maka artinya kita ‘mengkafirkan’ sebuah hikmah atau sebuah tanda dari-Nya. Maka kita akan semakin jauh saja dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah pasti menyebarkan jejak-Nya di mana-mana, sepanjang zaman? Dan jangan berfikir bahwa Allah hanya pernah dan hanya mau ‘muncul’ di agama kita saja. Ini berarti kita, sebagai makhluk, berani-berani menempatkan Allah dalam sebuah himpunan, ke sebuah konsep di dalam kepala kita. Himpunan deretan tuhan, atau himpunan kelompok agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah Tuhan. La Ilaha Ilallah. Dia ada di luar himpunan apapun. Dia tak beragama, dan tidak memeluk agama apapun. Karena itu, kita jangan berfikir, baik sadar maupun tidak, bahwa Allah ‘beragama Islam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama diciptakan-Nya sebagai jalan untuk memahami-Nya, memahami kehidupan, dan memahami diri ini. Segala sesuatu Dia ciptakan dan Dia akhiri. Maka Allah adalah sumber dan akhir segalanya. Dua asma- Nya adalah ‘Al-Awwal’ dan ‘Al-Akhir’. Ini pun sebuah kebetulan yang menarik, karena bangsa Yunani kuno, bangsanya Socrates dan Plato, eyang guru dari Alexander tadi, juga menyebut salah satu nama yang dimiliki Tuhan mereka sebagai ‘Alpha Omega’, berarti ‘Yang Awal dan Yang Akhir’ (Alpha = Alif = huruf awal dalam alfabet yunani dan arab, simbol ‘awal’; sedangkan Omega = huruf terakhir dalam alfabet yunani, simbol ‘akhir’). Kemiripan yang sangat menarik, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Asma-asma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, adalah sebuah zat, sebuah entitas, yang tertinggi. Tak terbandingkan, tak terukur, tak terperi. Lalu apakah kita, sebagai makhluk, memungkinkan untuk menempatkan Dia ke dalam kepala kita, menaruhnya ke dalam sebuah konsep ‘nama’? Tentu tidak. Dia, secara utuh, secara menyeluruh, secara real, sesungguhnya tak bernama. Tak ada apapun yang bisa membungkus-Nya, termasuk sebuah nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk apakah, atau nama-nama siapakah, yang berjumlah sembilan puluh sembilan sebagaimana diperkenalkan dalam Al-Qur’an, dan disusun sebagai ‘asma’ul husna’? Nah, itu adalah bukti begitu penyayangnya Dia pada makhluknya yang satu ini, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya begini. Dia Yang Tertinggi jelas tak mungkin dibungkus atau terliputi oleh apapun, termasuk sebuah nama. Tapi Dia bersedia ‘menurunkan derajat-Nya’ demi supaya lebih dimengerti oleh manusia. Maka Dia memperkenalkan diri-Nya, bagi mereka yang ingin mengenal-Nya di tahap awal, dengan memisalkan dirinya dengan nama-nama sifat manusia. Memisalkan diri-Nya dengan nama-nama yang memungkinkan untuk dideskripsikan dalam bahasa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, Ar-Rahmaan (Maha Pengasih) atau Ar-Rahiim (Maha Penyayang). Kita bisa memahami makna dua kata ini, karena nama sifat-sifat ini, pengasih dan penyayang, adalah nama sifat yang juga ada pada manusia. Tapi dari segi makna, kedua kata ini dalam memperkenalkan nama sifat-Nya sebenarnya telah mengalami degradasi makna yang amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Pengasih, atau Ar-Rahmaan, adalah ‘hanya’ bahasa manusia yang paling memungkinkan untuk menggambarkan salah satu sifat-Nya. Tapi kedalaman makna istilah ini telah berkurang jauh sekali, karena Dia, yang Tak Terperi, memisalkan diri-Nya dengan istilah manusia yang jelas tak memadai untuk melukiskan diri-Nya yang tak terbatas. Dalam asma’ul husna, misalkan istilah ‘Ar-Rahim’, sebenarnya ‘hanya’ merupakan sebuah istilah yang masih memungkinkan untuk bisa terpahami oleh manusia. Sifat Penyayang-Nya yang asli, yang real, yang tidak bisa dimisalkan dengan bahasa manusia, adalah jauh, jauh, jauh lebih penyayang lagi, melebihi apa yang tergambar pada sepotong kata ‘Ar-Rahim’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula untuk ke-98 asma asma Allah yang lain. Semua nama-nama tersebut, sebenarnya mengalami degradasi makna yang sangat jauh dari aslinya, demi supaya terpahami oleh kita, manusia. Sifatnya yang asli, tak terkira jauhnya melebihi apa yang mampu tergambarkan oleh sepotong kata dalam bahasa kita, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berkenan ‘merendahkan diri-Nya’ ke dalam nama sifat-sifat manusia, yang jauh, jauh lebih rendah dari kedudukan-Nya yang asli. Ia bersedia dipanggil dengan bahasa kita. Ini sebuah bukti kasihsayang-Nya yang amat sangat. Bisakah kita membayangkan, misalnya ada seorang raja yang kerajaannya mencakup lima benua, lalu bersedia turun berjalan di pasar kumuh dan mau dipanggil dengan bahasa pasar, seperti ‘Lu’, ‘Sia’, atau ‘Kowe’? Raja tentu akan sangat murka. Tapi Dia, Allah, tidak. Meskipun Dia Maha Tinggi kedudukannya, tapi Dia bahkan bersedia memperkenalkan diri-Nya lebih dahulu (!), dan membahasakan diri-Nya dengan bahasa manusia, dan mencontohkan asma-Nya dengan sifat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dia’ yang asli, sesungguhnya tidak bernama. Lalu istilah ‘Allah’ itu apa? Istilah itu ‘hanyalah’ bagian dari asma’ul husna, pada urutan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ‘Allah’, menurut seorang ahli hikmah, sebenarnya sebuah simbol juga. Menurutnya, istilah ‘Allah’, yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ‘alif’, ‘lam’, ‘lam’ dan ‘ha’,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya merupakan singkatan dari kata bahasa Arab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ‘Al/Alif - li - li - hu/huwa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al’ dalam bahasa Arab bermakna kata ganti tertentu, maknanya sama seperti ‘The’ dalam bahasa Inggris, atau seperti ‘El’ dalam bahasa Ibrani dan bahasa Spanyol. Maknanya, katakanlah, ’sesuatu’. Huruf ‘Alif’ bermakna ’sesuatu yang tegak’, ‘Allah’, atau bisa juga ‘yang mengawali’, mirip seperti alpha dalam aksara Yunani. Kata ‘Li’ dalam bahasa Arab bermakna ‘bagi sesuatu’, dan dalam lafaz ‘Allah’ kata ini diulang dua kali. Sedangkan ‘hu’ atau ‘huwa’ bermakna ‘Dia’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lafaz ‘Allah’, kata yang di dalam Al-Qur’an paling sering dipakai-Nya untuk menyebut diri-Nya, sebenarnya sama sekali tidak mencakup keseluruhan zat-Nya. Lafaz ‘Allah’ sebagai simbol, sebenarnya justru mempertegas bahwa ‘Dia’ adalah tak bernama. Mengapa demikian? Karena jika makna ini dibaca secara keseluruhan, maka “Al, li, li, hu” kurang lebih maknanya adalah ‘Sesuatu, yang baginya diperuntukkan, dan sesuatu ini diperuntukkan, untuk Dia.” Jadi artinya secara sederhana adalah, ‘(simbol) ini diperuntukkan, dan permisalan ini diperuntukkan, untuk Dia (yang tak bernama).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang asli, sebagai zat (entitas), sama sekali tak bisa diliputi oleh sebuah nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; C. Hadits Rasulullah yang mengandung simbol serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita teliti dalam memperhatikan hadits berikut ini, kita akan mengerti bahwa Rasulullah bukan orang yang berkata dengan ‘pendapatnya sendiri’. Orang dalam tingkatan maqam seperti Rasulullan saw., tentulah setiap tindak tanduk dan perkataanya sudah sepenuhnya dalam bimbingan Allah swt. Tampak dari demikian akuratnya simbol-simbol yang digunakan, meskipun jika kita baca secara sepintas hadits ini sangatlah sederhana dan tidak bermakna dalam. Hanya kalau kita teliti, betapa dalam dan akuratnya simbol yang Beliau gunakan dalam kata- katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Diriwayatkan dari riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para sahabat menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah saw. bersabda, “Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia kelak mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [H. R. Muslim no. 267]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, hadits ini hanya berisi tentang melihat Allah di hari kiamat. Tapi kalau kita teliti lebih jauh perumpamaan yang digunakan dengan kacamata ilmu astronomi yang pada saat Rasul mengatakan hadits tersebut ilmu ini belum semaju sekarang, sebenarnya hadits ini juga menjelaskan bahwa ada bagian dari ‘Dia’ yang tak akan bisa kita kenali. Kita cermati perumpamaan bulan purnama yang dipakai beliau dalam hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita tahu, pada saat bulan purnama di langit malam yang cerah, kita bisa melihat bulan ’seluruhnya’. Kata seluruhnya ini saya beri tanda kutip, karena memang ’seluruhnya’ itu semu. Kita melihat –seakan-akan– bulan tampak seluruhnya dari mata kita. Kita, saat itu, seakan-akan bisa ‘mengenal’ bulan seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di zaman modern ini, kita tentu mengetahui bahwa bulan adalah sebuah ’satelit,’ sebuah planet kecil yang mengelilingi bumi. Periode waktu rotasi bulan, sama persis dengan periode lamanya bulan mengelilingi bumi. Jadi, permukaan bulan yang menghadap bumi setiap saat adalah sisi yang sama persis, yang itu-itu saja. Tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, ada sisi lain di balik bulan yang akan selalu tidak tampak dari bumi, yang setiap saat akan selalu membelakangi bumi, tidak akan pernah terlihat dari bumi. Dengan kata lain, jika kita berdiri di sisi bulan yang terlihat dari bumi, maka meski bulan berotasi sambil terus mengorbit mengelilingi bumi, kita akan selalu terlihat dari bumi. Sebaliknya, jika kita berdiri di sisi bulan yang tidak terlihat dari bumi, maka kita tidak akan pernah terlihat dari bumi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya, sejak zaman manusia pertama ada hingga sekarang, permukaan bulan yang tampak dari bumi kelihatannya tak pernah berubah, karena sisi yang menghadap bumi senantiasa merupakan sisi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadits ini, Rasul memisalkan Allah sebagai bulan purnama. Bulan, sebagaimana telah dijelaskan tadi, hanya ada satu sisi yang bisa terlihat oleh kita. Jadi, secara tersirat dalam hadits tadi, Rasulullah juga menjelaskan bahwa sesempurna- sempurnanya pengenalan seseorang akan Allah (seperti orang yang telah mencapai maqam para sahabat Beliau itu), sebenarnya barulah satu sisi dari Dia saja. Sisi yang memang Dia hadapkan sepenuhnya kepada manusia. Sisi inilah yang dalam bahasa agama disebut sebagai “Wajah-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sampai kapan pun, akan tetap ada sisi lain dari Dia yang tidak akan pernah terpahami oleh manusia (karena Dia sesungguhnya Maha Tak Terbatas). Dan keseluruhan ‘Dia’ secara utuh, yang bisa dikenali dan yang tidak, dalam bahasa agama disebut “Zat-Nya,” atau entitas-Nya, secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang kita bisa lebih memahami, jika dalam Al-Qur’an atau doa yang diajarkan Rasulullah mengandung kata-kata ‘wajah Allah’ atau ‘wajah-Nya (wajhahu)‘, maka itu bukan berarti bahwa Dia memiliki wajah di depan kepala seperti kita. Itu maknanya adalah, konteks ‘Dia’ dalam kalimat itu adalah pada sisi yang masih bisa kita kenali. Sedangkan Zat-Nya yang utuh tidak akan pernah bisa kenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai zat-Nya, Al-Qur’an sendiri cukup menerangkan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “…laysa kamitslihi syay’un”&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    “… dan tiada sesuatupun yang bisa dijadikan permisalan untuk Dia.” (QS. 42 : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul melarang manusia memikirkan zat-Nya, dalam sabdanya, “Berfikirlah kalian tentang makhluk Allah, dan jangan sekali-kali berfikir tentang zat-Nya, sebab kalian akan binasa.” Bahkan Beliau sendiri pun mengakui bahwa dirinya tidak memahami ‘Dia’ dalam konteks zat, sebab dalam sabdanya Beliau menjelaskan, “sesungguhnya aku adalah orang yang bodoh dalam ihwal zat Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada contoh bulan di atas. Bulan, sesuai periode edarnya, akan tampak dari bumi bermacam-macam bentuknya, mulai dari bulan hitam (bulan tak tampak), bulan hilal, bulan sabit, bulan setengah, hingga bulan purnama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya demikian pula pengenalan manusia kepada Allah ta’ala. Ada yang tidak mengenal sama sekali (bulan hitam), ada yang pengenalannya setipis hilal, ada yang pengenalannya seperti bulan setengah, dan ada pula yang pengenalannya terhadap Allah telah ‘purnama’. Namun demikian, sebagai zat tetap saja Dia tidak akan pernah terpahami sepenuhnya oleh manusia, karena Dia adalah Maha Tak Terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini saja, kita bisa mengerti bahwa faham panteisme, atau menyatunya Tuhan dan manusia sebagaimana yang dituduhkan kepada kaum sufi, adalah tidak tepat. Tentu mustahil sesuatu yang tak terbatas bisa terlingkupi oleh sesuatu yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya yang dituduhkan pada kaum sufi sebagai panteisme atau penyatuan, sebenarnya yang terjadi adalah ’sirna kediriannya’. Contohnya seperti cahaya lilin yang akan lenyap cahayanya jika diletakkan di bawah cahaya matahari. Ini masih perlu kita kaji lebih lanjut. Atau paling tidak, agaknya tidak semua sufi meyakini panteisme. Seperti kata teman saya: “Sufi, pantheisme? Sufi yang mana dulu, nih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dari cara Rasulullah memberikan contoh pada dalam hadits di atas, kita bisa lebih mengerti kira-kira sedalam apa akurasi hikmah dari kata-kata seseorang jika telah ada dalam tingkatan maqam seperti junjungan kita Rasulullah Muhammad saw. Tentu beliau tidak asal ambil contoh saja, seperti ketika kita sedang berusaha menerangkan sesuatu kepada orang lain. Sekarang semakin jelas pula bahwa segala sesuatu dari diri Beliau telah ditetapkan dalam bimbingan Allah ta’ala, bahkan sampai hal ’sepele’ seperti mengambil contoh yang tepat ketika menerangkan sebuah persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sebagaimana hadits Rasulullah tadi, segala sesuatu dalam ciptaan-Nya pun tidaklah semata-mata hanya sebagaimana yang tampak dari luar. Allah tentu tidaklah sesederhana itu. Seperti hadits tadi, segala sesuatu juga mengandung makna batin. Alam semesta, bulan, bintang, batu, hewan, tumbuhan, manusia, syariat (ada syariat lahir dan tentu ada syariat batin), dan lain sebagainya. Sedalam apa seseorang melihat maknanya, tentu sangat tergantung pada kesucian qalbnya, sarana untuk menerima ilmu dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita bisa sedikit lebih mengerti pula, seperti apa kira-kira kesucian qalb Rasulullah saw, jika kata-kata Beliau mampu menyederhanakan kandungan makna yang sedalam itu (itupun baru yang bisa kita ungkapkan) dalam kesederhanaan simbol-simbol yang sangat akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Al-Qur’an? Lebih tak bisa kita bayangkan lagi seperti apa sesungguhnya kedalaman kandungan makna Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herry Mardian&lt;br /&gt;http://suluk.blogsome.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-1923174748404851741?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/1923174748404851741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/11/logika-nyata-ke-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/1923174748404851741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/1923174748404851741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/11/logika-nyata-ke-tuhan.html' title='Yakinkan Ada Sudah Cukup !!!'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-3417771513611871956</id><published>2009-10-25T12:54:00.004+07:00</published><updated>2009-12-10T12:10:33.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bina SDM'/><title type='text'>Shambala Multidimentional Healing</title><content type='html'>Shambala Multi Dimensional Healing&lt;br /&gt;Shamballa Multidimensional Healing ( SMH ) atau Shamballa Reiki adalah suatu teknik energi esoteris yang ada pada zaman atlantis kuno, yang diperkenalkan pertama kalinya oleh Dr. John Armitage, atau lebih dikenal dengan julukan Hari Das Melchicedeck, seorang pakar meditasi dan teknik merkaba yang berasal dari Inggris. SMH diperoleh John Armitage dari channeling terhadap Ascended Master yang dikenal dengan nama St. Germain. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;St. Germaine pertama kali menciptakan teknik SMH ini pada era Atlantis kuno, dan ketika benua Atlantis tenggelam, ia diketahui pindah ke kawasan Tibet lama, dimana akhirnya teknik SMH ini disempurnakan. SMH bukan hanya suatu sistem penyembuhan energi, lebih jauh lagi SMH merupakan suatu teknik untuk mempercepat akselerasi kesadaran spiritual.&lt;br /&gt;Pada era atlantis SMH dikembangkan oleh St. Germain, hingga mengenal 22 macam simbol. Akan tetapi pada saat ini SMH telah mencakup simbol sejumlah 352, yang melambangkan lapisan kesadaran spiritual yang dipersiapkan melalui inisiasi SMH ( pada tingkatan Master Teacher ).&lt;br /&gt;Simbol - simbol ini tidak seluruhnya diberikan gambarannya secara fisik, sehingga disebut juga sebagai simbol eterik, yang diletakkan melalui medan merkaba, dan simbol - simbol ini akan aktif setiap saat kesadaran tinggi membutuhkannya.&lt;br /&gt;Kelebihan shamballa: &lt;br /&gt;    *   Kuncinya adalah Unconditional Love, kita akan menjadi 'alat' yang dipakai oleh Tuhan untuk menyebarkan cinta-kasihNya nan murni contoh: menyembuhkan orang lain dsb&lt;br /&gt;    * Dalam attunement shamballa , praktisi akan dihubungkan dengan roh/monadnya serta dihubungkan dengan Sumber Dari Segala Sesuatu&lt;br /&gt;    * Akan terbuka sebuah cakrawala baru dalam memahami kehidupan, memahami hidup dan memahami Yang Menghidupkan.&lt;br /&gt;    * Shamballa tdk mengajarkan praktisi terkondisi dengan berbagai peraturan yang rumit, ia lebih menganjurkan mengikuti suara hati/intuisi&lt;br /&gt;    * Dalam attunement tk 1 lapisan2 sekeliling tubuh yang mempunyai berbagi bentuk geometris sudah diaktifkan (disebut juga MERKABA)&lt;br /&gt;    * Shamballa mempunya 352 simbol energi yang tidak perlu digambar, semuanya akan di masukkan kedalam lapisan2 energi tubuh, sesuai dengan tingkatannya&lt;br /&gt;    * Secara bertahap akan meningkatkan Strands DNA dari 2 sampai 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali anda menerima attunement Shamballa MDH, anda juga akan menerima attunement Golden Flower of Life, Silver Violet Flame, Mahatma Un-Conditional Love, pengaktifan Merkaba tubuh, attunement Chakra Ilahi (sesuai tingkatan masing-masing), attunement Heaven Star, Earth Star, 12 Pointed Star yang ada di chakra Jantung anda, hak akses dengan para celestial beings dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tingkatan Shambala :&lt;br /&gt;SMH 1&lt;br /&gt;Shambala energy, dimana teradi peningkatan vibrasi energi 3 x lipat dibandingkan Reiki tingkat 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMH 2&lt;br /&gt;Praktisi memperoleh 7 buah simbol Chokurei, Seiheiki, Honshazeshonen, Antahkarana, Merkafakalishma, Zonar, Motor â€“ Zanon. Simbol-simbol ini bermanfaat untuk kebutuhan-kebutuhan khusus tergantung dari fungsi masing-masing simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMH 3 (Master)&lt;br /&gt;Praktisi memperoleh 15 simbol dan symbol Master, praktisi dapat memberikan Attunement SMH I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMH 4 (Master Teacher)&lt;br /&gt;Praktisi memperoleh symbol master (bisa memberikan Attunement secara penuh) &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-3417771513611871956?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/3417771513611871956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/shambala-multidimentional-healing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/3417771513611871956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/3417771513611871956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/shambala-multidimentional-healing.html' title='Shambala Multidimentional Healing'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-3959075157055768955</id><published>2009-10-25T12:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-25T01:27:14.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bina SDM'/><title type='text'>Karuna Ki</title><content type='html'>Karuna Ki berarti Energi Kasih Sayang atau lebih tepatnya disebut sebagai Jalan Bagi Energi Cinta Kasih Tuhan. Karuna Ki menyembuhkan dan menyebarkan Cinta Kasih dari Sang Pencipta pada seluruh ciptaanNya. Karuna Ki adalah Energi Penyembuhan yang berpusat pada Hati Nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berfokus pada Cinta Kasih pada seluruh ciptaan yang mengalir melalui diri anda, Energi Karuna akan memberikan hasil yang terbaik. Hati Kasih Sayang adalah ungkapan terbaik untuk menjelaskannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inisiasi Karuna Ki disajikan dengan maksud untuk menjalin dan menjadikannya sebagai suatu bentuk kasih Tuhan. Usaha yang dilakukan merupakan cinta kasih dan berkat untuk melakukannya dan untuk menerimanya. Dalam hal ini Karuna Ki sangat spesifik dalam memberikan arti kasih sayang. Dan hal tersebut bukan hanya kasih saat menyembuhkan, namun juga usaha untuk menyebarkannya ke seluruh dunia melalui seluruh perilaku kita.&lt;br /&gt;Karuna Ki ditawarkan sebagai Seni Menyembuhkan dan Latihan Spiritual. Tidak ada pengakuan yang lain selain hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karuna Ki adalah seni penyembuhan dengan penumpangan tangan disertai dengan cinta kasih. Dan jalan untuk berhubungan dengan kasih itu sendiri dan menyebarkannya pada seluruh mahluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembuhan Karuna Ki menggunakan hubungan dengan Way of Compassion (Jalan Cinta Kasih) untuk membawa energi kehidupan yang penuh kasih kedalam diri sesorang untuk menyembuhkan dan menyeimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan Karuna dimulai dari perjalanan seorang Reiki master yang bernama kathleen Milner dan karcy Miller ke negara India pada bulan Januari 1991, untuk menemui seorang avatar yang di kenal sebagai Sathya Sai baba.&lt;br /&gt;Marcy Miller bahkan sempat tinggal beberapa lama di Ashram sathya sai baba, dan melakukan Berbagai Kegiatan spiritual, dan akhirnya dengan bimbngan Sathya Sai baba, secara spiritualIa menemukan ia menemukanbahwa proses inisiasi Reiki yang selama ini diketahui ternyata hanyalah sebagian dari Reiki yang seharusnya. Oleh Karena itu pada bulan Februari 1991, Kathleen Milner merubah cara Insiasinya dan melakukan inisiasi ulang terhadap seluruh praktisi Yang pernah diberinya Attunment Reiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei 1991, Sathya Sai Baba kembali memberikan 2 simbol untuk menaikan vibrasi dari Reiki-Ray yang dihasilkan sangat tinggi, dan selanjutnya dinamakan dengan Tera-Mai Reiki.&lt;br /&gt;Pada tahun 1992, beberapa Tera-Mai Reiki memperagakan beberapa simbol-simbol Tera-Mai dan Prosedur Attunment Tera-Mai dihadapan William Lee Rand (pendiri The Center for reiki Training , USA )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dari informasi tersebut, akhirnya William Lee Rand untuk melakukan riset dan pengembangan secara lebih jauh bersama pakar-pakar energi lainnya yang tergabung di The Center for Reiki Training (antara lain Glend derrick, seorang Reiki master dan Chi Kung Master). Pada Akhirnya William Lee Rand berhasil menciptakan aliran Reiki baru dengan vibrasi energi baru Yang di sebut dengan Sai Baba Reiki&lt;br /&gt;Di pusat pelatihan Reiki dibawah pimpinan William Rand ini, Sai Baba Reiki di anggap memiliki vibrasi yang lebih enhanced, oleh karena itu hanya dapat diberikan kepada mereka yang telah berada di tingkat Master pada Traditional Reiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari dengan alasan etika, maka Sai Baba Reiki diubah namanya menjadi Karuna Reiki dan didaftarkan sebagai Trade Mark â„¢ dari William Rand. Samai suatu saat sekelompok Reiki Master Independent melakukan sedikit pengubahan sistem, dan menamakannya dengan Karuna Ki, yang kini dapat dipelajari siapa saja, tanpa perlu membayar royalti kepada William Rand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Menerima Inisiasi Karuna Ki :&lt;br /&gt;* Untuk menyatu dengan energi Karuna/ energi Cinta Kasih Tuhan.&lt;br /&gt;* Untuk Peningkatan Spiritual dan Penyembuhan secara fisik, emosional, dan mental.&lt;br /&gt;* Menghilangkan Trauma bawah sadar.&lt;br /&gt;* Menghilangkan Trauma akibat pelecehan kanak-kanak.&lt;br /&gt;* Penyembuhan Karma masa lalu.&lt;br /&gt;* Meningkatkan Kesadaran dan Rasa Kemanusiaan pada saat meditasi.&lt;br /&gt;* Mengembalikan Keseimbangan Mental dan penyembuhan secara mendalam akibat karma.&lt;br /&gt;* Sebagai penormal ( katalis) terhadap anak yang perkembangan mentalnya lambat.&lt;br /&gt;* Menghilangkan pola negatif yang terdapat di bawah sadar dan juga dapat menghilangkan keraguan dan penyangkalan.&lt;br /&gt;* Membuka dan membersihkan saluran untuk mencapai Kesadaran Tinggi ( Higher Conciousness).&lt;br /&gt;* Sebagai perisai atas serangan Psikis. ( santet, gangguan psikis dll).&lt;br /&gt;* Menyembuhkan Emosi dan Sugesti yang berhubungan dengan hati nurani.&lt;br /&gt;* Menyembuhkan suatu Hubungan antar manusia ( pertengkaran, kebencian, dendam ).&lt;br /&gt;* Menghapuskan Kecanduan ( narkoba, obat-obatan terlarang dll).&lt;br /&gt;* Mengembalikan cinta kepada Kehidupan, Profesi dan Karier ( mengembalikan diri pada realita kehidupan).&lt;br /&gt;* Proteksi atas Kendaraan dari bahaya dan kecelakaan.&lt;br /&gt;* Baik bagi seseorang yang sangat kurang kemauan belajarnya ( pendidikan formal maupun pelajaran kehidupan misal : malas belajar, kurang tabah, suka mengeluh dll).&lt;br /&gt;* Membuat hubungan yang lebih kuat dengan Pribadi Tinggi dan membawa kesadaran tinggi kedalam tubuh sehingga menciptakan kesadaran jiwa.&lt;br /&gt;* Menyeimbangkan mental dan emosi, duniawi dan surgawi, logika dan spiritual.&lt;br /&gt;* Mentransformasikan pikiran menjadi perbuatan dan manifestasi fisik.&lt;br /&gt;* Menyembuhkan Ketergesaan ( selalu ingin lekas selesai tanpa mengindahkan peraturan ).&lt;br /&gt;* Menciptakan Keberanian untuk mengambil aksi atas rencana positif.&lt;br /&gt;* Menyembuhkan bumi ( suatu daerah) yang mengalami bencana, kerusuhan dll.&lt;br /&gt;* Menciptakan Kedamaian dan Kasih Sayang.&lt;br /&gt;* Menyembuhkan Luka masa lalu.&lt;br /&gt;* Menghilangkan Ketakutan dan Mimpi buruk.&lt;br /&gt;* Membuat hidup saat ini Harmonis sehingga melupakan masa lalu yang kurang bahagia dan siap menghadapi Hari Esok.&lt;br /&gt;* Membuat hidup saat ini Harmonis sehingga melupakan masa lalu yang kurang bahagia dan siap menghadapi Hari Esok.&lt;br /&gt;* Melembutkan Aura sehingga memperbesar Kasih Sayang terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.privatreiki.com/karunaki.php&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-3959075157055768955?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/3959075157055768955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/karuna-ki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/3959075157055768955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/3959075157055768955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/karuna-ki.html' title='Karuna Ki'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-809703391756611669</id><published>2009-10-25T12:43:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T01:27:35.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bina SDM'/><title type='text'>Kundalini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPmN_7ZSKI/AAAAAAAAAJU/Z96pmaALWWQ/s1600-h/Kundalini.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPmN_7ZSKI/AAAAAAAAAJU/Z96pmaALWWQ/s400/Kundalini.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396409906693228706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kundalini adalah suatu potensi energi dahsyat yang terdapat dalam diri setiap manusia. Kata Kundalini berasal dari bahasa Sanskrit yang berarti "gulungan". Sedangkan dalam terminology Barat, Kundalini disebut sebagai "Fire Serpent" Dalam Tradisi Yoga, Kundalini merupakan focus yang sangat penting karena kebangkitan Kundalini dianggap sebagai salah satu jalan untuk menyatu dengan Alam Semesta sebagai bagian dari proses "Pencerahan Spiritual".&lt;br /&gt;Gulungan Kundalini terletak di sekitar tulang ekor dan pada umumnya potensi dahsyat ini masih dalam kondisi "tertidur" berbentuk tiga setengah lingkaran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membuka atau membangkitkan Kundalini berarti dimulainya pembersihan secara lengkap terhadap Cakra, bagian-bagian tubuh dan saluran energi / jalur eterik manusia.&lt;br /&gt;Melalui tradisi Kundalini Reiki, praktisi tidak saja diberikan Inisiasi Reiki, melainkan juga diberikan "Shaktipat" yang akan membangkitkan dan menaikkan Kundalini praktisi. Praktisi Kundalini Reiki dapat memanfaatkan Energi Reiki dan energi Kundalini dalam waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Kundalini Reiki merupakan salah satu cara terbaik dan aman sebagai teknik awal untuk mempelajari Kundalini. Tradisi ini juga sangat disarankan untuk diikuti oleh mereka yang mengalami Kundalini Syndrome akibat dari kebangkitan Kundalini spontan, maupun akibat dari kesalahan berlatih Kundalini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kundalini Reiki disebarluaskan oleh Grandmaster Ole Gabrielsen ( Denmark ) . Kundalini Reiki adalah hasil inisiasi langsung yang didapat dari Mr. Ole Gabrielsen dari Ascended Master Kuthumi.&lt;br /&gt;Khutumi adalah Ascended Master yang ketahui secara fisik pernah hidup di wilayah India dan Tibet pada sekitar 19, dan terakhir dikenal sebagai guru spiritual di daerah Kasmir.&lt;br /&gt;Saat ini ajaran dari Khutumi dapat diperoleh melalui kegiatan group chanelling yang dipimpin oleh Madame Blavatsky pendiri dari Theosophical Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ole Gabrielson adalah seorang Grandmaster Meditasi dan kundalini dari Denmark yang sejak lama telah melakukan chanelling terhadap Khutumi, dan akhirnya mendapatkan inisiasi Kundalini Reiki dari Khutumi dan menyebarkan teknik kundalini Reiki ini pada masyarakat di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan aktivasi Kundalini membawa pada perluasan yang menyatakan bahwa Kesadaran Universal, Cahaya Kedamaian, dan Cinta Kasih bukanlah sebuah janji di masa depan namun merupakan suatu kemungkinan yang sifatnya dapat kita raih dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tehnis Kundalini Reiki terdiri dari 9 tingkatan, dimana 3 tingkatan awal adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kundalini Reiki I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaktifan Cakra Mahkota, Cakra Jantung, Cakra Telapak Tangan dan Jalur Shumsumna. Seluruh peserta dalam seketika akan memiliki kemampuan untuk menyerap Energi Reiki dan menyalurkannya kembali untuk penyembuhan diri sendiri dan orang lain. Adapun Kemampuan yang dimiliki oleh praktsi Kundalini Reiki 1adalah sbb: Healing, Distance Healing, Cleansing Room, Healing the carmic band, Situation/Qualities healing. Energi Kundalini Reiki I adalah setara dengan energi Reiki Ushui tingkat 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kundalini Reiki II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaktifan Cakra Ajna, Pembangkitan Kundalini ( Api Kundalini minimal berada di Cakra Pusar dan Energi Kundalini menembus Cakra Mahkota ). Seluruh peserta akan memiliki kemampuan untuk menyalurkan Energi Reiki dan Energi Kundalini. dan peserta akan mendapatkan teknik meditasi kundalini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kundalini Reiki III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaktifan Cakra Tenggorokan, Cakra Pusar, Cakra Sex, Cakra Dasar dan penaikan Kundalini (Api Kundalini menembus Cakra Mahkota).Pada level 3 akan diberikan bonus attunement, yaitu: Balance Reiki, Diamond Reiki Energy, Crystalline Reiki, DNA Reiki, Birth Trauma Reiki, Location Reiki dan Past Life Reiki), dan 6 tingkatan berikutnya adalah Kundalini Reiki Booster dan bonus attunement Gold Reiki.&lt;br /&gt;http://www.privatreiki.com/karunaki.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-809703391756611669?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/809703391756611669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/kundalini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/809703391756611669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/809703391756611669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/kundalini.html' title='Kundalini'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPmN_7ZSKI/AAAAAAAAAJU/Z96pmaALWWQ/s72-c/Kundalini.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-2887882693473504921</id><published>2009-10-25T12:39:00.003+07:00</published><updated>2009-11-25T01:27:59.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bina SDM'/><title type='text'>Reiki</title><content type='html'>Pengertian Reiki&lt;br /&gt;Kata "Reiki" berasal dari bahasa Jepang.&lt;br /&gt;Rei berarti alam atau universal&lt;br /&gt;Ki berarti energi hidup atau kekuatan mental&lt;br /&gt;Jadi Reiki bisa diartikan sebagai energi kehidupan yang berasal dari alam, dan bisa juga diartikan sebagai kekuatan mental yang ada secara universal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Reiki&lt;br /&gt;Pada awalnya metoda penyembuhan Reiki berakar dari metoda penyembuhan yang dipakai di dataran tinggi Tibet .&lt;br /&gt;Setelah berkembangnya agama Buddha teknik Reiki ini hanya diajarkan pada para pendeta dan dijadikan suatu ritual keagamaan oleh para pendeta Buddha (sekarang Lama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berabad-abad, metoda penyembuhan ini hanya dipakai di kalangan pendeta Buddha, sampai pada tahun 1914 ketika Mikao Usui dari Jepang berhasil menguasai teknik penyembuhan ini, dan menyederhanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penyederhanaannya diberi nama Reiki&lt;br /&gt;Di tahun 1922 ia membuka klinik di Harajuku dekat Tokyo , dan mulai mengajarkan Reiki pada masyarakat Jepang. Untuk selanjutnya ia dikenal dengan sebutan Usui sensei dan sering disalah artikan sebagai seorang dokter.&lt;br /&gt;Salah seorang murid Usui yang paling terkenal adalah Dokter Chujiro Hayashi.&lt;br /&gt;Chujiro Hayashi menyederhanakan lagi teknik Reiki dan lebih mengutamakan posisi tangan, sementara Reiki yang asli lebih mengutamakan intuisi energi itu sendiri.&lt;br /&gt;Reiki hasil penyederhanaan Hayashi inilah yang sekarang dikenal dengan Reiki Usui, sementara Reiki yang dari Usui sendiri dianggap sebagai Reiki Tibetan&lt;br /&gt;Sampai di tangan Hayashi, pengajaran Reiki masih dibatasi di kalangan orang Jepang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1930 Hawayo Takata, wanita Jepang kelahiran Amerika datang ke Jepang dan jatuh sakit disana. Karena putus asa dengan pengobatan medis, ia datang ke klinik Reiki Hayashi dan setelah beberapa waktu ia sembuh total.&lt;br /&gt;Ia berhasil membujuk Hayashi untuk mengajar ia Reiki sampai tingkat Master dan ia mempermudah proses inisiasi dan menambahkan berbagai hal yang menjadi awal dari Western Reiki.&lt;br /&gt;http://www.privatreiki.com/kundalini.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-2887882693473504921?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/2887882693473504921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/reiki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/2887882693473504921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/2887882693473504921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/reiki.html' title='Reiki'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-1983318199546035497</id><published>2009-10-25T12:34:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T12:12:56.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bina SDM'/><title type='text'>Membuka Cakra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPj84H73qI/AAAAAAAAAJM/qgLEr-bapxk/s1600-h/ChakraSystem.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPj84H73qI/AAAAAAAAAJM/qgLEr-bapxk/s400/ChakraSystem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396407413517311650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyangka bahwa belajar Reiki identik dengan melakukan meditasi. Sebenarnya ini tidak seluruhnya benar. Tanpa melakukan meditasi pun asalkan Anda sudah mendapatkan penyelarasan (attunement) maka energi Reiki akan mengalir di dalam tubuh Anda. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;sistem chakra di tubuh manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sistem chakra di tubuh manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring perjalanan waktu dalam belajar Reiki kebutuhan meditasipun sebaiknya dipraktekkan karena dengan melakukan meditasi pada hakekatnya kita mengaktifkan chakra-chakra di dalam tubuh kita utamanya chakra utama sehingga akan diperoleh tubuh yang bersih energinya. Dengan energi bersih inilah tujuan hidup sehat dengan reiki bisa terwujud. Syaratnya melakukan latihan Reiki sesering mungkin.&lt;br /&gt;Latihan dalam Reiki adalah semakin sering melakukan self healing juga healing kepada orang lain baik jarak dekat atau jarak jauh akan semakin meningkatkan kualitas jalur energi Praktisi Reiki. Sebagai Praktisi Reiki kita hanyalah “penyalur” energi Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa energi Reiki tidak akan habis digunakan. Sebab energi Reiki adalah energi alam semesta yang instan (ada dengan sendirinya). Begitu Anda membuat afirmasi dan mengarahkan energi reiki bekerja maka energi Reiki akan segera mengalir sesuai dengan afirmasi yang Anda ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat pesawat Radio/televisi yang telah kita set frekwensi gelombang pada saluran tertentu, praktisi Reiki tinggal meniatkan energi bekerja dan mengalir maka Reiki pun mengalir dengan sendirinya di dalam tubuh Anda. Afirmasi ibarat menekan tombol on/off di pesawat televisi/radio Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  saluran air maka tubuh energi (tubuh eterik) juga perlu dibersihkan dengan menyalurkan Reiki sesering mungkin. Jika saluran energi pada tubuh energi (tubuh eterik) bersih dan melebar maka energi Reikii juga meningkat kualitas dan kuantitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membersihkan dan melebarkan jalur energi eterik inilah dalam Reiki dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a&gt; Pernafasan Perut. (Untuk Praktisi Reiki dan Non Praktisi Reiki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernafasan perut digunakan ketika meditasi dan penyaluran Reiki. Tujuannya untuk mengembangkan chakra utama dan juga menghimpun energi Reiki. Langkah-langkahnya sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Duduk dengan rilek bisa bersila atau di kursi tanpa sandaran, senyumlah setiap mengawali meditasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tarik nafas dengan santai melalui hidung sehingga rongga perut dikembungkan dan lepaskan nafas melalui mulut dengan bunyi mendesis sehingga perut mengecil ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk mengembalikan tenaga lakukan tarik buang nafas ini dengan pola nafas segitiga dengan rincian tarik nafas dalam 8 hitungan dan mentok di dada, lalu tahan sebentar nafas di dada 5 hitungan, kemudian buang nafas dalam 8 hitungan pula melalui mulut.Selesai tahan nafas sebentar, lalu lakukan pengulangan pernafasan segitiga ini sebanyak 10 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b&gt; Pernafasan 7 Chakra (P7C). (Khusus Praktisi Reiki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan pernafasan hidung-mulut dengan memfokuskan pikiran pada Chakra Mahkota dan rasakan sensasi di titik Chakra ini. Lalu tarik nafas dalam hitungan 1-2-3-4-5-6 secara perlahan-lahan melalui hidung lalu tahan nafas di dada dalam hitungan 1-2-3-4. Perlahan-lahan buang nafas melalui mulut sebanyak 1-2-3-4-5-6. Selesai lalu ulangi sampai 3 kali tarik dan buang nafas. Kemudian pindahkan titik perhatian ke Chakra Ajna-Tenggorokan-Jantung-Solar Fleksus-Sex dan Chakra Dasar. Masing-masing chakra sebanyak 3 kali pengulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode lain untuk mengembangkan Chakra-chakra utama dapat dilakukan dengan menggambar (Simbol Cho Ku Rei)- (Sei Hei Ki)- (Hon San Zo Se Nen) di Chakra Mahkota lalu arahkan kedua telapak tangan di Ubun-ubun (chakra Mahkota)dengan afirmasi, “Bersihkan – seimbangkan/ratakan lembaran chakra – bersihkan inti chakra”. Tahan sebentar kedua telapak tangan ini di Chakra Mahkota dan rasakan sensasinya. Selesai Chakra Utama lalu lakukan langkah serupa untuk Chakra-chakra utama lainnya dengan afirmasi Chakra Utama di ganti Chakra Ajna….dst…. hingga Chakra Dasar. Lalu lakukan pengembangan chakra secara sekaligus untuk 7 chakra utama secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila latihan ini dilakukan secara rutin setiap pagi atau malam sebelum tidur maka akan mengembang pula chakra-chakra utama dengan cepat dan sempurna sehingga Chakra-chakra utama ini akan dapat menyerap energi alam semesta ke dalam tubuh dengan baik. Semakin bersih dan mengembang chakra utama maka semakin sehatlah tubuh energi Anda. Ketika tubuh energi Anda bersih maka akan didapatkan out put tubuh sehat berkat reiki. Semoga panduan singkat ini bermanfaat untuk Anda semua dan selamat berlatih.&lt;br /&gt;http://vtrediting.wordpress.com/2009/01/19/388/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-1983318199546035497?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/1983318199546035497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/membuka-cakra_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/1983318199546035497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/1983318199546035497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/membuka-cakra_25.html' title='Membuka Cakra'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPj84H73qI/AAAAAAAAAJM/qgLEr-bapxk/s72-c/ChakraSystem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-2344427663949086706</id><published>2009-10-25T11:51:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T01:28:48.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bina SDM'/><title type='text'>Cakra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPbFJn7K2I/AAAAAAAAAI8/t1F0nhCpeZE/s1600-h/ChakraSystem.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPbFJn7K2I/AAAAAAAAAI8/t1F0nhCpeZE/s400/ChakraSystem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396397660049189730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     Cakra adalah pusat energi psikis yang terdapat pada tubuh manusia. Cakra-cakra tersebut saling terhubung dengan energi alam semesta yang salah satu fungsinya adalah merubah energi semesta/kosmik untuk dipergunakan bagi kepentingan fisik maupun psikis seseorang.&lt;br /&gt;Arti dari kata Cakra (Sansekerta) adalah “Roda”, hal ini dikarenakan bila cakra tersebut dilihat dari sisi bagian depan tubuh manusia bentuknya seperti sebuah roda atau lingkaran yang berputar bolak balik. Sedangkan bila dilihat dari bagian samping tubuh manusia bentuknya seperti sebuah kerucut. Cakra selalu berputar kuat  bila kondisi tubuh dan mental kita dalam keadaan prima, sebaliknya berputar lemah bila fisik dan mental pun lemah.&lt;br /&gt;     Dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali cakra dengan fungsi yang berbeda-beda. Pada dasarnya cakra dalam tubuh manusia terbagi menjadi 2 bagian yaitu cakra utama/major cakra (7 cakra) dan cakra pendukung (minor cakra). Cakra-cakra utama tersebut letaknya vertikal dan saling terhubung di jalur sushumna, antara lain :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.      Cakra Dasar (Muladhara)&lt;br /&gt;Letak       : Di dasar sumsum tulang belakang&lt;br /&gt;Aura        : Merah&lt;br /&gt;Elemen    : Bumi&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan keaktifan dan kualitas fisik/sensasi-sensasi fisik secara umum, vitalitas, kekuatan, hasrat keinginan, seksualitas, kemauan, naluri untuk survive, keberanian, spontanitas, leadership, semangat.&lt;br /&gt;2.      Cakra Sex (Svadisthana)&lt;br /&gt;Letak       : Tulang pelvis&lt;br /&gt;Aura        : Oranye&lt;br /&gt;Elemen    : Air&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan aspek-aspek emosional, perasaan hati, kreatifitas, inspirasi, produktifitas, keyakinan diri, keinginan untuk bersosialisasi, pengendalian organ-organ reproduksi dan daerah sekitar bawah perut.&lt;br /&gt;3.      Cakra Pusar (Manipura)&lt;br /&gt;Letak       : 2 cm di bawah pusar&lt;br /&gt;Aura        : Kuning&lt;br /&gt;Elemen    : Api&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan aspek mentalitas/moral, kekuatan, spiritual, pengendalian energi/prana, intelektual, adaptasi diri, keteraturan, perlindungan, keamanan, keilmiahan, kegembiraan, antusiasme, memberikan energi/semangat/kehangatan, pengendalian system pencernaan/organ sekitar perut&lt;br /&gt;4.      Cakra Jantung (Anahata)&lt;br /&gt;Letak       : Tengah dada&lt;br /&gt;Aura        : Hijau (dominan) dan merah muda&lt;br /&gt;Elemen    : Udara&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan kebijaksanaan, jiwa/spirit, kasih sayang/affection dan tingkah laku positif, kesembuhan, keseimbangan, keserasian, rasa untuk menolong/merawat, kemakmuran, tanggung jawab, kesabaran, kegigihan, rasa bersosialisasi, perhatian, kepribadian, pengendalian organ-organ sekitar dada.&lt;br /&gt;5.      Cakra Tenggorok (Visuddi)&lt;br /&gt;Letak       : Pangkal tenggorok&lt;br /&gt;Aura        : Biru&lt;br /&gt;Elemen    : Ether&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan kehendak jiwa/spirit yang lebih tinggi, kasih sayang pada sesama, kekuatan kata, hasrat untuk berkomunikasi, komunikasi antar jiwa/mahluk, kedalaman rasa, sensitifitas, intuitif, kesetiaan, kejujuran, rasa persaudaraan, artistic, kemampuan untuk merencanakan sesuatu, pengertian tentang rohani, keinginan penyatuan dengan sesama, secara fisik berhubungan dengan organ-organ tenggorokan&lt;br /&gt;6.      Cakra Mata ke-3 (Ajna)&lt;br /&gt;Letak       : Antara 2 alis&lt;br /&gt;Aura        : Ungu&lt;br /&gt;Elemen    : Cahaya&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan segala bentuk kehidupan, kekuatan/daya mistik.gaib, indera ke-6, kekuatan penciptaan, kasih sayang surgawi, charisma, kecintaan akan kebenaran yang luhur, kejernihan pikiran, ketenangan, kekuatan rasa, feeling, intuisi dan pengetahuan yang mendalam, naluri untuk berkomunikasi dengan mahluk-mahluk antar dimensi dan semua yang berhubungan dengan hal yang belum dapat diidentifikasikan.&lt;br /&gt;7.      Cakra Mahkota (Sahasrara)&lt;br /&gt;Letak       : Puncak kepala&lt;br /&gt;Aura        : Putih terang&lt;br /&gt;Elemen    : Beyond all elements&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan perkembangan kesadaran, sarana masuknya energi alam semesta/kekuatan ilahi, hasrat spiritual, keterbukaan terhadap ke-Tuhanan, pencerahan, perluasan kesadaran, penyatuan terhadap dimensi tingkat tinggi, pemasrahan diri, kepekaan rasa, daya simpati, kedalaman pikiran terhadap keadaan sekeliling.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cakra Minor&lt;br /&gt;Selain dari ke tujuh cakra utama diatas, ada dua cakra pendukung/minor yang juga penting peranannya pada tubuh, yaitu cakra telapak tangan dan cakra telapak kaki.&lt;br /&gt;·        Cakra Telapak Tangan&lt;br /&gt;Letak       : Titik tengah antara ibu jari dan jari telunjuk&lt;br /&gt;Aura        : Merah muda&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan keluar masuknya energi, pusat penyaluran energi kreatifitas, kemampuan mentransfer/menarik energi kedalam/keluar tubuh, mengubah energi negative atau energi “berpenyakit” menjadi energi yang positif, kebebasan dalam melakukan sesuatu, kesuksesan dalam bekerja, perubahan, kesiapan dalam mengatasi segala situasi.&lt;br /&gt;·        Cakra Telapak Kaki&lt;br /&gt;Letak       : Lengkungan telapak kaki&lt;br /&gt;Aura        : Merah muda&lt;br /&gt;Fungsi      : Berhubungan dengan keluar masuknya energi, pusat pelepasan energi negative/kotor dari tubuh, mengubah energi negative menjadi positif, pusat pembumian/grounding, kebebasan, kesuksesan, perubahan, kesiapan dalam mengatasi segala keadaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yogyakarta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Eko Heru Nugroho&lt;br /&gt;http://health.dir.groups.yahoo.com/group/deoreiki/message/162&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-2344427663949086706?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/2344427663949086706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/cakra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/2344427663949086706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/2344427663949086706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/cakra.html' title='Cakra'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SuPbFJn7K2I/AAAAAAAAAI8/t1F0nhCpeZE/s72-c/ChakraSystem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-407395282980794055</id><published>2009-10-18T01:07:00.003+07:00</published><updated>2009-11-25T01:29:32.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iqra`'/><title type='text'>Gempa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoKkLsFePI/AAAAAAAAAIE/-YilQzZ6HAM/s1600-h/gempa.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 96px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoKkLsFePI/AAAAAAAAAIE/-YilQzZ6HAM/s320/gempa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393635120458856690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun terakhir ini kata-kata gempa bumi atau earthquake sudah tidak asing lagi terutama bagi mereka yang tinggal&lt;br /&gt;di pesisir selatan Pulau Jawa dan pesisir barat Pulau Sumatera. Terlebih-lebih setelah dalam dua tahun terakhir ini di Indonesia terjadi gempa bumi di Sumatra pada akhir tahun 2004 yang skalanya boleh dibilang sangatlah tinggi (magnitude 9.1) dan termasuk dalam kategori the largest earthquakes in the world. Selain itu beberapa bulan kemarin kembali giliran kota Yogyakarta yang dilanda gempa bumi dengan skala yang relatif lebih kecil dari gempa di Sumatra. Gempa bumi adalah suatu fenomena bencana alam yang terjadi ketika dua blok dari bumi bergeser satu sama lain.&lt;br /&gt;Kalo dilihat dari penyebab terjadinya atau yang men-trigger adanya gempa, gempa bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu gempa vulkanik dan gempa tektonik. Gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan akibat adanya hubungan dengan letusan gunung berapi. Sedangkan gempa tektonik adalah gempa yang dihasilkan akibat adanya hubungan dengan pergeseran dua blok yang sebelumnya berdekatan satu sama lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala gempa bumi mempunyai gempa awal yang skalanya relatif lebih kecil dari gempa utama. Buat ahli bumi, sangatlah susah menentukan gempa awal adalah gempa utama sampai gempa utama benar-benar terjadi. Gempa utama selalu mempunyai gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama diamna skalanya relatif lebih kecil. Tergantung dari besarnya atau magnitude dari gempa utama, gempa susulan bisa berlangsung sampai berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Salah satu penyebabnya adalah kemungkinan setelah gempa yang terjadi di Sumatra yang skalanya relatif sangat besar maka posisi-posisi lempeng di sekitarnya juga berubah dan trus bergerak untuk berusaha mencari kesetimbangan lagi. Lokasi di bawah permukaan bumi dimana gempa bumi terjadi disebut hypocenter, dan lokasi tepat di atasnya di permukaan bumi disebut epicenter. Pada saat terjadi gempa dimana terjadi pelepasan energi yang terkumpul dari blok-blok yang tidak bergerak sebelumnya, energi tersebut akan menyebar keluar dari patahan ke berbagai arah dalam bentuk gelombang seismik. Pada saat gempa membuat dasar bergetar, bagian bawah dari seismograph juga bergetar tetapi pemberat yang tergantung tidak bergetar. Perbedaan dari bagian yang bergetar dari seismograph dan bagian yang tidak bergetar adalah yang terekam.&lt;br /&gt;http://id.shvoong.com/exact-sciences/1855241-proses-terjadinya-gempa-bumi/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-407395282980794055?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/407395282980794055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/gempa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/407395282980794055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/407395282980794055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/gempa.html' title='Gempa'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoKkLsFePI/AAAAAAAAAIE/-YilQzZ6HAM/s72-c/gempa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-6340170564225367523</id><published>2009-10-18T01:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-25T01:29:53.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iqra`'/><title type='text'>Air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoHTcgqXvI/AAAAAAAAAHk/3n4DtT94_xE/s1600-h/air.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 85px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoHTcgqXvI/AAAAAAAAAHk/3n4DtT94_xE/s320/air.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393631534381686514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air sangat penting bagi proses kehidupan. Hal itu karena kemampuan air yang unik melarutkan hampir semua unsur dalam jumlah sedikit-sedikit. Selain itu, air penting karena peranannya yang utama di dalam mengendalikan penyebaran panas di Bumi. Bumi adalah salah satu planet di dalam sistem tatasurya. Di antara planet-planet yang ada di dalam sistem tatasurya Matahari itu, Bumi sangat unik, karena adanya air bebas yang sangat banyak. Air bebas di Bumi bergerak di antara daratan, lautan dan atmosfer dalam suatu siklus yang disebut Siklus Hidrologi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Air merupakan senyawa kimia yang terdiri dari atom H dan O. sebuah molekul air terdiri dari satu atom O yang beriktan kovalen dengan dua atom H. Molekul air yang satu dengan molekul-molekul lainnya bergabung dengan satu ikatan hydrogen antara atom H dengan atom O dari molekul air yang lainadanya ikatan hydrogen menyebabkan air mempunyai sifat-sifat yang khas, antara lain; pelarut yang sangat baik, konstanta dielektrik dan tegangan permukaan paling tinggi diantara cairan murni lainnya, transparan terhadap cahaya tampak dan sinar yang mempunyai panjang gelombang lebih besar dari ultraviolet, densitas tertinggi dan sebagainya.&lt;br /&gt;Air adalah suatu zat yang sangat umum di muka bumi. Air menempati lebih dari 70 % planet kita, dan kadarnya bisa lebih besar atau lebih kecil di dalam tanah, udara, dan organisme yang ada di mana-mana. Jelas, kadar uap air yang ada, tertentu dan selalu konstan setiap waktu--- di masa sekarang, dan di masa yang akan datang. Kini terdapat air sebanyak dahulu, atau sebanyak di masa yang akan datang. Air berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, dan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Namun air tidak dapat dibuat atau dirusakkan. Secara teoretis dapat dikatakan bahwa air yang Anda gunakan untuk mandi di pagi hari adalah air yang sama yang digunakan untuk mandi nenek moyang kita dua ribu tahun yang lalu, atau yang diminum oleh dinosaurus lima puluh juta tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Air adalah suatu zat yang luar biasa dan mempunyai sifat yang sangat unik dalam berbagai karakteristik yang penting. Misalnya saja, air adalah satu-satunya zat yang dikenal dalam tiga keadaan di mana materi dapat terjadi: cair, padat, gas. Kandungan besar dari embun bumi berbentuk air. Air dapat diubah menjadi bentuk gas (uap air) dengan penguapan, atau menjadi bentuk padat (es) dengan membekukannya. Uap air dapat diubah menjadi air dengan kondensasi atau secara langsung menjadi es dengan sublimasi. Es dapat diubah menjadi air dengan mencairkannya atau menjadi uap air dengan sublimasi. Dalam masing-masing proses akan terjadi penambahan atau pengurangan panas. Embun pada tanaman dapat keluar melalui daun-daunan menuju udara sebagai uap dalam suatu proses yang disebut transpirasi.&lt;br /&gt;Hidup akan mustahil tanpa air; setiap makhluk hidup tergantung pada air untuk kelangsungan proses kehidupan. Pelarut air dalam organisme melarutkan atau menyerap nutrisi untuk kesuburan. Reaksi kimia yang hanya dapat terjadi dalam pelarut menciptakan energi dari nutrisi. Sebagian besar limbah produksi dalam bentuk pelarut. Sesungguhnya, massa total setiap makhluk hidup lebih dari setengahnya mengandung air. Proporsinya bervariasi dari 60 % untuk beberapa hewan hingga lebih dari 95 % untuk tumbuhan.&lt;br /&gt;http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/sifat-sifat-air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-6340170564225367523?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/6340170564225367523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/6340170564225367523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/6340170564225367523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/air.html' title='Air'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoHTcgqXvI/AAAAAAAAAHk/3n4DtT94_xE/s72-c/air.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-7473072066637550885</id><published>2009-10-18T00:51:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T01:30:26.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iqra`'/><title type='text'>Angin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoE1V32L_I/AAAAAAAAAHU/RVq_rZupfo0/s1600-h/angin.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoE1V32L_I/AAAAAAAAAHU/RVq_rZupfo0/s320/angin.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393628818180550642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari daerah yang memiliki suhu / temperatur rendah ke wilayah bersuhu tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;*Proses Terjadi Angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerahyang terkena banyak paparan sinar mentari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin buatan dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Secara sederhana angin dapat kita ciptakan sendiri dengan menggunakan telapak tangan, kipas sate, koran, majalah, dan lain sebagainya dengan cara dikibaskan. Sedangkan secara rumit angin dapat kita buat dengan kipas angin listrik, pengering tangan, hair dryer, pompa ban, dan lain sebagainya. Secara alami kita bisa menggunakan mulut, hidung, lubang dubur, dan sebagainya untuk menciptakan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara dapat membawa partikel bau dari suatu zat sehingga angin dapat membawa bau atau aroma mulai dari aroma yang sedap hingga aroma yang tidak sedap di hidung kita. Bau masakan, bau amis, bau laut, bau sampah, bau bensin, bau gas, bau kentut, bau kotoran, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh bau yang dapat dibawa angin.&lt;br /&gt;http://organisasi.org/definisi-pengertian-angin-dan-teori-proses-terjadinya-angin-ilmu-pengetahuan-alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-7473072066637550885?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/7473072066637550885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/angin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/7473072066637550885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/7473072066637550885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/angin.html' title='Angin'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoE1V32L_I/AAAAAAAAAHU/RVq_rZupfo0/s72-c/angin.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-5483592832660992048</id><published>2009-10-18T00:39:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T01:30:43.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iqra`'/><title type='text'>Pasang Surut Air Laut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoC90gq_DI/AAAAAAAAAHM/ZocMezLXiFE/s1600-h/Ombak.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoC90gq_DI/AAAAAAAAAHM/ZocMezLXiFE/s320/Ombak.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393626764820544562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber : rageagainst.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang surut air laut adalah suatu gejala fisik yang selalu berulang dengan periode tertentu dan pengaruhnya dapat dirasakan sampai jauh masuk kearah hulu dari muara sungai. Pasang surut terjadi karena adanya gerakan dari benda benda angkasa yaitu rotasi bumi pada sumbunya, peredaran bulan mengelilingi bumi dan peredaran bulan mengelilingi matahari. Gerakan tersebut berlangsung dengan teratur mengikuti suatu garis edar dan periode yang tertentu. Pengaruh dari benda angkasa yang lainnya sangat kecil dan tidak perlu diperhitungkan (www.digilib.itb.ac.id).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gerakan dari benda angkasa tersebut di atas akan mengakibatkan terjadinya beberapa macam gaya pada setiap titik di bumi ini,yang disebut gaya pembangkit pasang surut. Masing masing gaya akan memberikan pengaruh pada pasang surut dan disebut komponen pasang surut, dan gaya tersebut berasal dari pengaruh matahari, bulan atau kombinasi keduanya (www.digilib.itb.ac.id ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari, gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi. Gaya tarik gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi, sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari (www.oseanografi.blogspot.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjelaskan terjadinya pasang surut maka mula-mula dianggap bahwa bumi benar-benar bulat serta seluruh permukaannya ditutupi oleh lapisan air laut yang sama tebalnya sehingga didalam hal ini dapat diterapkan teori keseimbangan. Pada setiap titik dimuka bumi akan terjadi pasang surut yang merupakan kombinasi dari beberapa komponen yang mempunyai amplitudo dan kecepatan sudut yang tertentu sesuai dengan gaya pembangkitnya. Pada keadaan sebenarnya bumi tidak semuanya ditutupi oleh air laut melainkan sebagian merupakan daratan dan juga kedalaman laut berbeda beda. Sebagai konsekwensi dari teori keseimbangan maka pasang surut akan terdiri dari beberapa komponen yang mempunyai kecepatan amplitudo dan kecepatan sudut tertentu, sama besarnya seperti yang diuraikan pada teori keseimbangan (www.digilib.itb.ac.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisaran pasang-surut (tidal range), yakni perbedaan tinggi muka air pada saat pasang maksimum dengan tinggi air pada saat surut minimum, rata-rata berkisar antara 1 m hingga 3 m. Tetapi di Teluk Fundy (kanada) ditemukan kisaran yang terbesar di dunia, bisa mencapai sekitar 20 m. Sebaliknya di Pulau Tahiti, di tengah Samudera Pasifik, kisaran pasang-surutnya kecil, tidak lebih dari 0,3 m, sedangkan di Laut Tengah hanya berkisar 0,10-0,15 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perairan Indonesia beberapa contoh dapat diberikan misalnya Tanjung Priok (Jakarta) kisarannya hanya sekitar 1 m, Ambon sekitar 2 m, Bagan Siapi-api sekitar 4 m, sedangkan yang tertinggi di muara Sungai Digul dan Selat Muli di dekatnya (Irian Jaya bagian selatan) kisaran pasang-surutnya cukup tinggi, bisa mencapai sekitar 7-8 m (Nontji, 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya, yaitu pasang surut harian (diurnal), tengah harian (semi diurnal) dan campuran (mixed tides). Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang surut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Rentang pasang surut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera (www.wikipedia.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari pola gerakan muka lautnya, pasang-surut di Indonesia dapat dibagi menjadi empat jenis yakni pasang-surut harian tunggal (diurnal tide), harian ganda (semidiurnal tide) dan dua jenis campuran. Jenis harian tunggal misalnya terdapat di perairan sekitar selat Karimata, antara Sumatra dan Kalimantan. Pada jenis harian ganda misalnya terdapat di perairan Selat Malaka sampai ke Laut Andaman. Di samping itu dikenal pula campuran antara keduanya, meskipun jenis tunggal maupun gandanya masih menonjol. Pada pasang-surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide, prevailing semidiurnal) misalnya terjadi di sebagian besar perairan Indonesia bagian timur. Sedangkan jenis campuran condong ke harian tunggal (mixed tide, prevailing diurnal) contohnya terdapat di pantai selatan Kalimantan dan pantai utara Jawa Barat.&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan di atas, komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. Namun demikian, karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai, superposisi antar komponen pasang surut utama, dan faktor-faktor lainnya akan mengakibatkan terbentuknya komponen-komponen pasang surut yang baru (www.oseanografi.blogspot.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang-surut tidak hanya mempengaruhi lapisan di bagian teratas saja, melainkan seluiruh massa air. Energinya pun sangat besar. Di perairan-perairan pantai, terutama di teluk-teluk atau selat-selat yang sempit, gerakan naik-turunnya muka air akan menimbulkan terjadinya arus pasang-surut. Di tempat-tempat tertentu arus pasang-surut ini cukup kuat. Arus pasang-surut terkuat yang tercatat di Indonesia adalah di Selat Capalulu, antara P. Taliabu dan P. Mangole (Kepulauan Sula), yang kekuatannya bisa mencapai 5 m/detik. Di selat-selat di antara pulau-pulau Nusa Tenggara kekuatannya bisa mencapai 2,5-3 m/detik pada saat pasang purnama. Di daerah-daerah lainnya kekuatan arus pasang-surut biasanya kurang dari 1,5 m/detik, sedangkan di laut terbuka di atas paparan kekuatannya malah biasanya kurang dari 0,5 m/detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan arus yang disebabkan oleh angin yang hanya terjadi pada air lapisan tipis di permukaan, arus pasang-surut bisa mencapai lapisan yang lebih dalam. Ekspedisi Snellius I (1929-1930) di perairan Indonesia bagian Timur dapat menunjukkan bahwa arus pasang-surut masih dapat diukur pada kedalaman lebih dari 600 m (Nontji, 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan Pasang Surut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya gaya tarik bumi dan benda langit (bulan dan matahari), gaya gravitasi bumi, perputaran bumi pada sumbunya dan perputaran bumi mengelilingi matahari menimbulkan pergeseran air laut, salah satu akibatnya adalah terjadinya pasang surut laut. Fenomena alam tersebut merupakan gerakan periodik, maka pasang surut yang ditimbulkan dapat dihitung dan diprediksikan (www.bakosurtanal.go.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian lebih lanjut diketahui bahwa untuk setiap tempat yang mengalami pasang surut mempunyai ciri tertentu yaitu besar pengaruh dari tiap-tiap komponen selalu tetap dan hal ini disebut tetapan pasang surut. Selama tidak terjadi perubahan pada keadaan geografinya, tetapan. tersebut tidak akan berubah. Apabila tetapan pasang surut untuk suatu tempat tertentu sudah diketahui maka besar pasang surut untuk setiap waktu dapat diramalkan (www. digilib.itb.ac.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung tetapan pasang surut tersebut diatas, ada beberapa metoda yang sudah biasa dipakai misalnya metoda Admiralty yang berdasarkan pada data pengamatan selama 15 hari atau 29 hari. Pada metoda ini dilakukan perhitungan yang dibantu dengan tabel, akan menghasilkan tetapan pasang surut untuk 9 komponen. Dengan adanya kemajuan teknologi di bidang elektronika yang sangat pesat, penggunaan komputer mikro untuk menghitung tetapan pasang surut serta peramalannya akan sangat memungkinkan. Sehubungan dengan itu akan dicari suatu cara untuk memproses data pengamatan pasang surut sehingga dapat dicari tetapan pasang surut serta peramalannya dengan cara kerja yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perhitungan dari komputer didasarkan pada penyesuaian lengkung dari data pengamatan dengan metoda kuadrat terkecil, dengan menggunakan beberapa komponen yang dianggap mempunyai faktor yang paling menentukan. Untuk ini dibahas penurunan matematiknya serta pembuatan program untuk kamputernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program komputer dibuat sedemikian rupa sehingga untuk proses perhitungan tersebut diatas hanya tinggal memesukkan data,sedang seluruh proses selanjutnya akan dikerjakan oleh komputer. Program untuk komputer dibahas secara terperinci mulai dari dasar perhitungan, isi program serta bagan alirnya. Kebenaran dan ketelitian hasil perhitungan dibuktikan dengan memberikan contoh perhitungan dan penyajian berupa grafik. Perhitungan dilakukan untuk beberapa lokasi pengamatan pasang surut serta waktu pengamatan yang berlainan (www.digilib.itb.ac.id ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pengamatan pasut laut bekerjasama dengan pihak otoritas pelabuhan, Bakosurtanal memasang alat rekam data pasut otomatis di dermaga pelabuhan yang disebut stasiun pasut. Alat rekam data pasut (AWLR = Automatically Water Level Recorder) mencatat tinggi muka laut secara otomatis dan terus menerus. Rekaman data berupa grafik, lubang-lubang kertas data pada stasiun pasut online, data pasut dicatat dan, setiap saat dapat dilakukan download lewat saluran telepon dan menggunakan modem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan dan pengolahan data pasut, kertas rekam data pasut pada 28 stasiun pasut manual, setiap akhir bulan dipotong dan dikirim ke Bakosurtanal untuk pengolahan data. Pengumpulan data pasut pada 25 stasiun pasut on-line, dilakukan dengan download pada komputer di Bakosurtanal yang dilengkapi modem dan fasilitas saluran telepon. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan komputer dan software pengolahan pasut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa dan penyajian informasi pasut. Analisa pasut meliputi hasil hitungan yang dapat menjelaskan karakter pasang surut laut. Sajian informasi karakter laut tersebut tampilannya bervariasi mulai tampilan standard informasi pasut sampai dengan informasi praktis bagi pengguna untuk perencanaan bangunan pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kegiatan yang diperoleh adalah data pasut 53 stasiun pasut seluruh Indonesia dalam waktu 1 (satu) tahun pengamatan. Data tersebut dihitung dan hasilnya disajikan pada buku informasi pasut laut Bakosurtanal (www.bakosurtanal.go.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi Pasang Surut Air Laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan minyak bumi, gas alam dan batu bara akan habis dalam waktu dekat karena eksploitasi dilakukan tanpa perhitungan dan kontrol yang jelas. Lalu, energi alternatif apa yang bisa digunakan? Sejumlah pihak muncul dengan ide tenaga pasang surut air laut. Memang bukan teknologi baru, bahkan tergolong teknik paling tua yang pernah dipikirkan manusia. Namun, jenis teknologi ini ramah lingkungan dan tidak mempunyai ekses negatif. Dan yang terpenting, alam memberikannya secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dengan luas perairan hampir 60% dari total luas wilayah sebesar 1.929.317 km2, Indonesia seharusnya bisa menerapkan teknologi alternatif ini. Apalagi dengan bentangan Timur ke Barat sepanjang 5.150 km dan bentangan Utara ke Selatan 1.930 km telah mendudukkan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Pada musim hujan, angin umumnya bergerak dari Utara Barat Laut dengan kandungan uap air dari Laut Cina Selatan dan Teluk Benggala. Di musim Barat, gelombang air laut naik dari biasanya di sekitar Pulau Jawa. Fenomena alamiah ini mempermudah pembuatan teknik pasang surut tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapannya di Indonesia bukanlah sesuatu yang mustahil. Tapi perlu ada master plan yang jelas untuk mewujudkannya. Karena ini dapat menjadi sumber energi alternatif potensial. Apalagi proses pembuatannya tidak merusak alam, melainkan ramah lingkungan. Tetapi sebelumnya, harus dilakukan sebuah riset yang berguna untuk mengukur kedalaman sepanjang garis pantai Indonesia. Sehingga dapat ditentukan di daerah mana saja yang layak. Bangsa Indonesia seharusnya menyadari bahwa alam menyediakan semua yang dibutuhkan. Hanya perlu kerja keras dan kebijakan yang memperhatikan sumber daya alam yang terbatas. Sehingga Indonesia tidak perlu risau akan cadangan energi (www.sinarharapan.co.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://www.indonesiaflyrodders.com/latest-news/7-pasang-surut-laut-dan-keadaannya-di-indonesia.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-5483592832660992048?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/5483592832660992048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/pasang-surut-air-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/5483592832660992048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/5483592832660992048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/pasang-surut-air-laut.html' title='Pasang Surut Air Laut'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoC90gq_DI/AAAAAAAAAHM/ZocMezLXiFE/s72-c/Ombak.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-4427863308462591826</id><published>2009-10-18T00:00:00.007+07:00</published><updated>2009-11-25T01:31:07.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iqra`'/><title type='text'>Black Hole</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/Stn-bxNuT6I/AAAAAAAAAHE/Dq3U4prscWs/s1600-h/Black+Hole.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/Stn-bxNuT6I/AAAAAAAAAHE/Dq3U4prscWs/s320/Black+Hole.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393621781773701026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Landasan Teori&lt;br /&gt;Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama "Lubang Hitam" sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Asal Mula Terjadi&lt;br /&gt;Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pertumbuhan&lt;br /&gt;Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-4427863308462591826?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/4427863308462591826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/black-hole.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/4427863308462591826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/4427863308462591826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/10/black-hole.html' title='Black Hole'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/Stn-bxNuT6I/AAAAAAAAAHE/Dq3U4prscWs/s72-c/Black+Hole.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-8274784383351197292</id><published>2009-09-01T02:01:00.003+07:00</published><updated>2009-11-25T01:31:28.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Mengenal Jilbab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoFav0YB2I/AAAAAAAAAHc/1029kFv5pTg/s1600-h/jilbab.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoFav0YB2I/AAAAAAAAAHc/1029kFv5pTg/s320/jilbab.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393629460800472930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pakaian penutup kepala perempuan di Indonesia semula lebih umum dikenal dengan kerudung, tetapi permulaan tahun 1980-an lebih populer dengan jilbab. Jilbab berasal dari akar kata jalaba, berarti menghimpun dan membawa. Jilbab pada masa Nabi Muhammad SAW ialah pakaian luar yang menutupi segenap anggota badan dari kepala hingga kaki perempuan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jilbab dalam arti penutup kepala hanya dikenal di Indonesia. Di beberapa negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador di Iran, pardeh di India dan Pakistan, milayat di Libya, abaya di Irak, charshaf di Turki, hijab di beberapa negara Arab-Afrika seperti di Mesir, Sudan, dan Yaman. Hanya saja pergeseran makna hijab dari semula berarti tabir, berubah makna menjadi pakaian penutup aurat perempuan semenjak abad ke-4 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis pakaian perempuan pada masa Nabi sebagaimana dapat ditelusuri di dalam syair-syair Jahiliyah, antara lain burqu', kain transparan atau perhiasan perak yang menutupi bagian muka kecuali dua bola mata; niqab, kain halus yang menutupi bagian hidung dan mulut; miqna'ah, kerudung mini yang menutupi kepala; qina', kerudung lebih lebar; litsam atau nishaf, kerudung lebih panjang atau selendang; khimar, istilah generik untuk semua pakaian penutup kepala dan leher; jilbab, pakaian luar seperti dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab merupakan fenomena simbolik sarat makna. Jika yang dimaksud jilbab penutup kepala (veil) perempuan, maka jilbab sudah menjadi wacana dalam Code Bilalama (3.000 SM), kemudian berlanjut di dalam Code Hammurabi (2.000 SM) dan Code Asyiria (1.500 SM). Ketentuan penggunaan jilbab sudah dikenal di beberapa kota tua seperti Mesopotamia, Babilonia, dan Asyiria. Perempuan terhormat harus menggunakan jilbab di ruang publik. Sebaliknya, budak perempuan dan prostitusi tidak boleh menggunakan. Perkembangan selanjutnya jilbab menjadi simbol kelas menengah atas masyarakat kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi perang antara Romawi-Byzantium dan Persia, rute perdagangan antarpulau mengalami perubahan untuk menghindari akibat buruk wilayah peperangan. Kota di beberapa pesisir Jazirah Arab tiba-tiba menjadi penting sebagai wilayah transit perdagangan. Wilayah ini juga menjadi alternatif pengungsian dari daerah yang bertikai. Globalisasi peradaban secara besar-besaran terjadi pada masa ini. Kultur Hellenisme-Byzantium dan Mesopotamia-Sasania ikut menyentuh wilayah Arab yang tadinya merupakan geokultural tersendiri. Menurut De Vaux dalam Sure le Voile des Femmes dans l'Orient Ancient, tradisi jilbab (veil) dan pemisahan perempuan (seclution of women) bukan tradisi orisinal bangsa Arab, bahkan bukan juga tradisi Talmud dan Bibel. Tokoh-tokoh penting di dalam Bibel, seperti Rebekah yang mengenakan jilbab berasal dari etnis Mesopotamia di mana jilbab merupakan pakaian adat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab yang semula tradisi Mesopotamia-Persia dan pemisahan laki-laki dan perempuan merupakan tradisi Hellinistik-Byzantium, menyebar menembus batas geokultural, tidak terkecuali bagian utara dan timur Jazirah Arab seperti Damaskus dan Baghdad yang pernah menjadi ibu kota politik Islam zaman Dinasti Mu'awiyah dan Abbasiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusionalisasi jilbab dan pemisahan perempuan mengkristal ketika dunia Islam bersentuhan dengan peradaban Hellenisme dan Persia di kedua kota penting tersebut. Pada periode ini, jilbab yang tadinya merupakan pakaian pilihan (occasional costume) mendapatkan kepastian hukum (institutionalized), pakaian wajib bagi perempuan Islam. Kedua kota tersebut juga punya andil besar dalam kodifikasi kitab-kitab standard seperti hadis, tafsir, fikih, tarekh, termasuk pembakuan standar penulisan (rasm) dan bacaan (qira'at) Al Quran. Disadari atau tidak, unsur Hellinisme-Persia ikut berpengaruh di dalam kodifikasi dan standardisasi tersebut. Sebagai contoh, riwayat Israiliyat ikut mempertebal jilid kitab Tafsir al-Thabary yang kemudian menjadi rujukan ulama pada kitab-kitab tafsir sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana jilbab dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua istilah populer digunakan Al Quran untuk penutup kepala yaitu khumur dan jalabib, keduanya dalam bentuk jamak dan bersifat generik. Kata khumur (QS al-Nur/34:31) bentuk jamak dari khimar dan kata jalabib (QS al-Ahdzab/33:59) bentuk jamak kata jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran dan hadis tidak pernah secara khusus menyinggung bentuk pakaian penutup muka. Bahkan, dalam hadis, muka dengan tegas masuk dalam pengecualian dan dalam suasana ihram tidak boleh ditutupi. Lagi pula, ayat-ayat yang berbicara tentang penutup kepala tidak ada satu pun disangkutpautkan dengan unsur mitologi dan strata sosial. Dua ayat di atas merupakan tanggapan terhadap kasus tertentu yang terjadi pada masa Nabi. Penerapan ayat seperti ini menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama Ushul Fikih; apakah yang dijadikan pegangan lafaznya yang bersifat umum, atau sebab turunnya yang bersifat khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ayat di atas turun dalam konteks keamanan dan kenyamanan perempuan. Bandingkan dengan chador yang dalam mitologi Sasania-Persia, dianggap pengganti kemah menstruasi (menstrual hut), tempat pengasingan perempuan menstruasi di luar perkampungan. Sementara dalam tradisi Yunani, jilbab dianggap fenomena kelas masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat khimar turun untuk menanggapi model pakaian perempuan yang ketika itu menggunakan penutup kepala (muqani'), tetapi tidak menjangkau bagian dada, sehingga bagian dada dan leher tetap kelihatan. Menurut Muhammad Sa'id al-'Asymawi, QS al-Nur/24:31 turun untuk memberikan pembedaan antara perempuan mukmin dan perempuan selainnya, tidak dimaksudkan untuk menjadi format abadi (uridu fihi wadl' al-tamyiz, wa laisa hukman muabbadan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat jilbab juga turun berkenaan seorang perempuan terhormat yang bermaksud membuang hajat di belakang rumah di malam hari tanpa menggunakan jilbab, maka datanglah laki-laki iseng mengganggu karena dikira budak. Peristiwa ini menjadi sebab turunnya QS al-Ahdzab/33:33. Menurut Al-'Asymawi dan Muhammad Syahrur, terkait dengan alasan dan motivasi tertentu (illat); karenanya berlaku kaidah: Suatu hukum terkait dengan illat, di mana ada illat di situ ada hukum. Jika illat berubah, maka hukum pun berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat hijab, sangat terkait dengan keterbatasan tempat tinggal Nabi bersama beberapa istrinya dan semakin besarnya jumlah sahabat yang berkepentingan dengannya. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (perlu diingat, ayat hijab ini turun setelah kejadian tuduhan palsu/hadis al-ifk terhadap 'Aisyah), Umar mengusulkan agar dibuat sekat (Arab: hijab) antara ruang tamu dan ruang privat Nabi. Tetapi, tidak lama kemudian turunlah ayat hijab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, hadis yang berhubungan langsung dengan penggunaan jilbab hanya ditemukan dalam dua hadis ahad, hadis yang diriwayatkan perorangan, bukan secara kolektif dan massif (masyhur atau mutawatir). hadis pertama bersumber dari Aisyah, Rasulullah bersabda, "Tidak diperkenankan seorang perempuam yang beriman kepada Allah dan Rasulnya jika sudah sampai usia balig menampakkan (anggota badannya) selain muka dan kedua tangannya sampai di sini," sambil menunjukkan setengah hasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis kedua dari Daud yang diterima dari Aisyah, yang menceritakan ketika Asma binti Abi Bakr masuk ke rumah kediaman Rasulullah SAW, lalu Rasulullah mengatakan kepadanya, "Wahai Asma, sesungguhnya perempuan jika sampai usia balig, tidak boleh dipandang kecuali yang ini," sambil Rasulullah menunjukkan wajah dan telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Asymawi, kedua hadis tersebut termasuk hadis ahad, bukan hadis mutawatir atau masyhur. Berdasar dengan hadis ahad memang kontroversial di kalangan ulama Ushul Fikih. Salah satu hadis tersebut di-mursal-kan (jaringan penutur terputus) oleh Abu Daud, karena bersumber dari Khalid ibn Darik yang bukan hanya tidak berjumpa (mu'asharah) tetapi juga tidak ketemu (liqa') dengan Aisyah. Di samping itu, hadis ini mulai populer pada abad ketiga Hijriah., dipopulerkan oleh Khalid ibn Darik, yang kemudian dimonumentalkan dalam Sunan Abu Daud. Kalau sekiranya hadis ini direpresentasikan pada umat Islam, maka sejak awal jilbab menjadi tradisi kolektif keseharian (sunnah mutawatirah bi al-fi'l), bukannya dengan kualifikasi hadis ahad-mursal. Tradisi jilbab di kalangan sahabat dan tabi'in, menurut Asymawi, lebih merupakan keharusan budaya daripada keharusan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Syahrur dalam bukunya Al-Kitab wa al-Qur'an juga pernah menyatakan hijab hanya termasuk dalam urusan harga diri, bukan urusan halal atau haram. Pada awal abad ke-19 Qasim Amin dalam Tahrir al-Mar'ah sudah mempersoalkan hal ini. Namun perlu ditegaskan, meskipun pemikir itu berpandangan kritis terhadap jilbab, tetapi mereka tetap mengidealkan penggunaan jilbab bagi perempuan. Inti wacana mereka adalah bagaimana jilbab tidak membungkus kreativitas dan produktivitas perempuan, bukannya melarang atau menganjurkan pembukaan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab sebagai fenomena&lt;br /&gt;resistensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gerakan para mullah mulai marak di Iran pada tahun 1970-an dan mencapai puncaknya ketika Imam Khomeini berhasil menggusur Reza Pahlevi yang dipopulerkan sebagai antek dunia Barat di Timur Tengah, maka Khomeini menjadi lambang kemenangan Islam terhadap boneka Barat. Simbol-simbol kekuatan Khomeini, seperti foto Imam Khomeini dan komunitas Black Veil menjadi tren di kalangan generasi muda Islam seluruh dunia. Semenjak itu jilbab mulai menghiasi kampus dunia Islam, tidak terkecuali Indonesia. Identitas jilbab seolah sebagai lambang kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan berikutnya, ketika perang dingin blok Timur dan blok Barat usai berbarengan dengan semakin pesatnya kekuatan pengaruh globalisasi, maka timbul kecemasan lebih kompleks dari kalangan umat Islam. Islam dan berbagai pranatanya berhadap-hadapan langsung dengan dunia Barat. Apa yang dilukiskan Huntington benturan Barat-Islam akan terjadi pada pascabenturan Timur-Barat, menunjukkan adanya tanda kebenaran, terutama setelah peristiwa 11 September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian umat Islam percaya bahwa untuk mengembalikan kekuatan Islam seperti zaman kejayaan dulu, umat Islam harus kembali kepada formalisme keagamaan dan sejarah masa lampaunya. Semangat mengembalikan simbol dan identitas Islam masa lalu terus dipompakan, termasuk di antaranya penggunaan jilbab bagi kaum perempuan dan pemeliharaan kumis dan jenggot bagi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar proteksi dan ideologi di balik fenomena jilbab di Indonesia tidak terlalu menonjol. Fenomena yang lebih menonjol ialah jilbab sebagai tren, mode, dan privacy sebagai akumulasi pembengkakan kualitas pendidikan agama dan dakwah di dalam masyarakat. Lagi pula, bukankah salah satu ciri budaya bangsa dalam potret perempuan masa lalu adalah kerudung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu over estimate atau fobia bahwa fenomena jilbab merupakan bagian dari jaringan ideologi tertentu yang menakutkan. Jilbab tidak perlu dikesankan seperti "imigran gelap" yang selalu dimata-matai, seperti yang pernah terjadi pada masa lalu yaitu fenomena jilbab dicurigai sebagai bagian dari ekspor Revolusi Iran. Sepanjang fenomena jilbab tumbuh di atas kesadaran sebagai sebuah pilihan dan sebagai ekspresi pencarian jati diri seorang perempuan muslimah, tidak ada unsur paksaan dan tekanan, itu sah-sah saja. Tidakkah manusiawi jika seseorang menentukan pilihannya secara sadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nasaruddin Umar, Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/topic.php?uid=46072083947&amp;topic=8398&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-8274784383351197292?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/8274784383351197292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/09/mengenal-jilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/8274784383351197292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/8274784383351197292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/09/mengenal-jilbab.html' title='Mengenal Jilbab'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/StoFav0YB2I/AAAAAAAAAHc/1029kFv5pTg/s72-c/jilbab.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-6573224031392232985</id><published>2009-09-01T01:54:00.002+07:00</published><updated>2009-11-25T01:32:02.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Wawasan Universal</title><content type='html'>Di dunia ini, terjadi perbedaan pendapat yang tidak akan habis-habisnya khususnya bila dikaitkan dengan mencari kebenaran. Umat Islam akan bilang bahwa Agama sayalah yang paling benar, agama Yahudi dan Kristen (yang saat ini) adalah telah sesat. Umat Islam lalu mengeluarkan bermacam-macam dalil nagli dari Al Quran..yang lucunya ...justru tidak diimani oleh umat Yahudi dan Kristen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu umat Yahudi dan Krisetn pun dapat berkata bahwa justru umat Islam-lah yang sesat. Dan agama Yahudi dan Kristen yang lurus. Lalu umat Yaahudi mengeluarkan berbagai ayat pendukung teorinya, Maka hingga matipun tidak akn ketemu. Siapakah yang sebenarnya SESAT itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada jalan tengah yang netral... untuk menghentikan PERANG URAT SYARAF tersebut, yaah...semacam “genjatan senjata”. Atau yaah!! Hubungan diplomtik gitu... Nach... jawaban diplomasi dan genjatan senjata itu ada dalam ayat-ayat Al Quran yang akan saya bahas berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DEFENSIF, OFENSIF DAN NETRAL:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Defensif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah:”Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman (QS 10:104)&lt;br /&gt;Ayat tersebut di atas memang agak ofensif (sedikit menyerang) tetapi sekalian defensif (bertahan). Jadi umat Islam menyatakan “seolah-olah” terserah dengan agama anda, toch yang kami sembah adalah Tuhan YANG MEMATIKAN umat non Islam (Tuhan Pencipta alam semesta). Kalau begitu siapa donk Tuhan yang disembah Umat Non Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barang siapa yang inkar kepada Thaghut (Pen: s?tan dan apa saja yang disembah selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telh berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 2:256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut terkesan defensif (bertahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ofensif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DAN MEREKA (YAHUDI DAN NASRANI/KRISTEN) BERKATA: ‘SEKALI-KALI TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI ORANG-ORANG YANG BERAGAMA YAHUDI DAN NASRANI/KRISTEN”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “TUNJUKKANLAH BUKTI KEBENARANMU JIKA KAMU ADALAH ORANG-ORANG YANG BENAR” (QS 2:111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini juga bersifat ofensif . Ia menyerang keimanan umat Yahudi dan Kristen yang SANGAT YAKIN KALAU MEREKA KELAK AKAN MASUK SURGA. Tetapi sekaligus menantang Umat Yahudi dan Kristen agar menunjukkan bukti kalau kelak mereka benar masuk surga......Jelas azha tidak dapat memberikan bukti...wong belum ada umat Yahudi dan Nasrani yang pulang dari surga...plus dengan foto-foto surga segala sebagai barang bukti...yaa khan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS 3: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).&lt;br /&gt;Hai Ahli Kitab , mengapa kamu mencampur adukan yang haq dengan yang barhil, dan menyembunyikan kebernaran, pada kamu mengetahui (QS 3: 69-71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu (QS 5:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barang siapa terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah ssangat cepat hiasab-Nya (QS 3:19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. NETRAL (GENJATAN SENJATA?):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“.....Dan Sesungguhnya KAMI ATAU KAMU yang berada dalam kebenaran, atau dalam KESESATAN yang nyata. Kamu tidak akan diminta mempertanggungjawabkan pelanggaran-pelanggaran kami dan kamipun tidak akan diminta mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan kamu. KATAKANLAH: “TUHAN KELAK AKAN MENGHIMPUN/MENGUMPULKAN KITA SEMUA, KEMUDIAN DIA MEMBERI KEPUTUSAN DIANTARA KITA dengan benar. Sesungguhnya DIA MAHA PEMBERI KEPUTUSAN LAGI MAHA MENGETAHUI (QS34:24-26)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas sangat Netral.... sehingga bila terjadi perdebatan antara Umat islam, Kristen dan Yahudi...dan bila dikembalikan kepada ayat ini. Maka menjdi pukuln telak (KO) dan sekaligus menjadi bumerang. Kepada agama non Islam itu sendiri. Ayat-ayat di bawah ini juga terkesan netral:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman:”Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami (Allah)-pun berbuat pula; DAN TUNGGULAH AKIBAT PERBUATANMU, SESUNGGUHNYA KAMIPUN MENUNGGU (PULA); (QS 11:121-122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan (QS 5:99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika mereka MENDEBAT KAMU (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “AKU MENYERAHKAN DIRIKU KEPADA ALLAH DAN (DEMIKIAN PULA) ORANG-ORANG YANG MENGIKUTIKU”.&lt;br /&gt;Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberikan Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi ( tidak bisa baca tulis). “Apakah kamu mau masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk (hidayah), dan jika mereka berpaling (Pen: tidak mau masuk Islam), maka KEWAJIBAN KAMU HANYALAH MENYAMPAIKAN (AYAT-AYAT ALLAH). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya” (QS 3:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Rasul SAW sekalipun dan umat Islam pada umum mempunyai tugas menyampaikan Ayat-ayat Allah, sedangkan masalah Hidayah adalah Urusan Allah.&lt;br /&gt;http://geeks.netindonesia.net/blogs/agung/pages/8562.aspx&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-6573224031392232985?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/feeds/6573224031392232985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/09/wawasan-universal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/6573224031392232985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/6573224031392232985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/09/wawasan-universal.html' title='Wawasan Universal'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3345898405522789012.post-6409782643140413244</id><published>2009-09-01T00:57:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T01:01:23.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1st Posting'/><title type='text'>Assalammu Alaikum</title><content type='html'>Blog ini dibuat sebagai kumpulan penelusuran dari ragam pusat minat pribadiku. Kalaupun saran2 ataupun kritikan2 akan diterima sebagai pembelajaran menuju kematangan pola fikir kehidupan pribadiku. Salam kedamaian hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3345898405522789012-6409782643140413244?l=wisatawawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/6409782643140413244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3345898405522789012/posts/default/6409782643140413244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisatawawasan.blogspot.com/2009/08/assalammu-alaikum.html' title='Assalammu Alaikum'/><author><name>Penelusuran Minat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03739638169259266244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zp-DDYCRYY8/SxkEYIcbJMI/AAAAAAAAAMc/rxYQpzgGBpc/S220/my+pic.jpg'/></author></entry></feed>
